Chronic renal failure (CRF) … definisi dan askepnya

October 23, 2009

I. Definisi
Gagal ginjal kronik adalah sindrom klinis yang umum pada stadium lanjut dari semua penyakit ginjal kronik yang ditandai oleh uremia
( Depkes RI :1996:61)

Gagal ginjal kronik adalah penurunan faal ginjal yang menahun yang umumnya tidak reversibel dan cukup lanjut
( Soeparman. 2000: 350)

II. Etiologi
Penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun yang disebabkan oleh ahir dari kehilangan fungsi ginjal akut secara setahap misal :
- Glomerolunefritis ( penyakit peradangan )
- Infeksi kronis ( pielonefritis kronis)
- Penyakit kalogen (lupus sismetik)
- Penyakit vaskular (nefrosklerosis)
- Proses obstruksi (kalkuli)
- Agen nefrotik (aenino glikosida)
- Diabetes (endokrin)
Berlanjutnya sindrom ini melalui tahap dan menghasilkan perubahan utama semua sistem tubuh.
(Doengoes, 1999; 626)

III. Tanda dan Gejala
Gagal ginjal kronik timbul begitu lambat sehingga pasien dan keluarga tidak perduli terhadap waktu datangnya serangan gejala yang lazim adalah sebagai berikut :
- Gejala dini : alergi, sakit kepala, kecapean, mental dan fisik, BB menurun, mudah tersinggung, defekasi
- Gejala lebih lanjut : Anoreksia, muntah, nafas dangkal, baik ada kegiatan atau tidak, edema disertai lekukan, pruntus mungkin tidak ada mungkin juga sangat parah.
(Hundak & Gallo, 1996 )

IV. Pathofisiologi
Penurunan fungsi renal, produksi akhir metabolis protein tertimbun dalam darah terjadi uremia dan mempengaruhi setiap sistem tubuh. Semakin banyak tertimbun produksi sampah maka ginjal akan semakin berat gangguan renal.
Penurunan jumlah gromerulus yang berfungsi menyebabkan penurunan klirens substansi darah yang seharusnya diberikan oleh ginjal filtrasi glomerolus menurun klirens kreatinin menurun, kadar kreatinin serum menurun sehingga kadar BUN meningkatkan retensi urin dan natrium, ginjal tidak mampu mengencerkan urin secara normal. Pasien sering menahan kencing, meningkatnya resiko edema. Gagal jantung kongestif dan hipertensi. Hipertensi terjadi akibat alotifasi akses renin angiotensinnya yang meningkatkan aldosteron. Pasien muntah dan diare menyebabkan penipisan H2O dan Na semakin memperburuk status uremik
Asidosis metabolik karena ginjal tidak mampu mengeksresikan muatan asam yang berlebihan, penurunan sekresi asam akibat ketidakmampuan tubulus ginjal untuk mengekresikan amonia dan mengabsorbsi Na bikarbonat.
Anemia terjadi sebagai akibat dari produksi eritropoetin yang tidak adekuat, memendeknya usia sel darah merah, defisiensi nutrisi dan kecenderungan untuk mengalami pendarahan akibat status uremik pasien terutama pada saluran Gastro Intestinal.
Ketidakseimbangan kalsium dan fosfat :
Pada ginjal yang gagal, tubuh tidak berespon secara normal, terhadap peningkatan sekresi hormon dan akibatnya kalsium ditulang menurun, menyebabkan perubahan pada tulang dan penyakit tulang selain itu, metabolisme aktif vit D yang dibuat di ginjal menurun seiring dengan berkembangnya gagal ginjal.

V. Manifestasi Klinik
Manifestasi klinis GGK adalah :
1. Kardiovaskular :
- Hipertensi
- Gagal Ginjal Kongestif
- Edema Pulmoner
- Perikarditis
2. Dermatologis :
Rasa gatal yang parah ( pruritis) Batuan uremik (penumpukan kristal urea, dikulit tapi sudah jarang terjadi)
3. Gastrointestinal :
Anoreksia, muntah, cegukan
4. Neuromuskular :
Perubahan tingkat kesadaran, tidak mampu konsentrasi, kejang , kedutan otot.
(Smeltzer, 2001; 1451)

A. Pengkajian

Dasar Data Pengkajian Pasien

- Aktifitas

Gejala : Kelelahan ekstrem, kalemahan, malaise

Gangguan tidur (insomnia / gelisah atau somnolen)

Tanda : Kelemahan otot, kehilangan tonus, penurunan rentang gerak.

- Sirkulasi

Gejala : Adanya riwayat hipertensi lama atau berat

palpatasi, nyeri dada (angina)

Tanda : Hipertensi, DUJ, nadi kuat, edema jaringan umum

dan pitting         pada kaki, telapak , tangan.

Nadi lemah, hipotensi ortostatikmenunjukkan hipovolemia,

yang jarang pada penyakit tahap akhir.

Pucat, kulit coklat kehijauan, kuning.

Kecenderungan perdarahan

- Integritas Ego

Gejala : Faktor stress, contoh finansial, hubungan dan sebagainya.

Perasaan tak berdaya, tak ada harapan, tak ada kekuatan.

Tanda : Menolak, ansietas, takut, marah, mudah terangsang,

perubahan kepribadian.

- Eliminasi

Gejala : Penurunan frekuensi urine, oliguria,

anuria (pada gagal ginjal tahap lanjut)

Abdomen kembung, diare, atau konstipasi

Tanda : Perubahan warna urine, contoh kuning pekat,

merah, coklat, oliguria.

- Makanan / cairan

Gejala : Peningkatan berat badan cepat (oedema), penurunan berat

badan (malnutrisi).

Anoreksia, nyeri ulu hati, mual/muntah, rasa metalik

tak sedap pada mulut (pernapasan amonia)

Penggunaan diurotik

Tanda : Distensi abdomen/asites, pembesaran hati (tahap akhir)

Perubahan turgor kulit/kelembaban

Edema (umum, targantung)

Ulserasi gusi, pendarahan gusi/lidah.

Penurunan otot, penurunan lemak subkutan, penampilan tak bertenaga

- Neurosensori

Gejala : Sakit kepala, penglihatan kabur

Kram otot / kejang, syndrome “kaki gelisah”, rasa terbakar pada

telapak kaki, kesemutan dan kelemahan, khususnya ekstremiras bawah.

Tanda : Gangguan status mental, contah penurunan lapang perhatian,

ketidakmampuan berkonsentrasi, kehilangan memori,

kacau, penurunan tingkat kesadaran, stupor.

Kejang, fasikulasi otot, aktivitas kejang.

Rambut tipis, kuku rapuh dan tipis

- Nyeri / kenyamanan

Gejala : Nyeri panggul, sakit kepala, kram otot/ nyeri kaki

Tanda : Perilaku berhati-hati / distraksi, gelisah

- Pernapasan

Gejala : Napas pendek, dispnea, batuk dengan / tanpa sputum kental

dan banyak

Tanda : Takipnea, dispnea, peningkatan frekuensi / kedalaman.

Batuk dengan sputum encer (edema paru)

- Keamanan

Gejala : Kulit gatal

Ada / berulangnya infeksi

Tanda : Pruritis

Demam (sepsis, dehidrasi), normotermia dapat secara aktual terjadi peningkatan pada pasien yang mengalami suhu tubuh lebih rendah dari normal

Ptekie, area ekimosis pada kulit

Fraktur tulang, keterbatasan gerak sendi

- Seksualitas

Gejala : Penurunan libido, amenorea, infertilitas

- Interaksi sosial

Gejala : Kesulitan menentukan kondisi, contoh tak mampu bekerja, mempertahankan fungsi peran biasanya dalam keluarga.

- Penyuluhan / Pembelajaran

Gejala : Riwayat DM (resiko tinggi untuk gagal ginjal), penyakit polikistik, nefritis heredeter, kalkulus urenaria, maliganansi.

Riwayat terpejan pada toksin, contoh obat, racun lingkungan.

Penggunaan antibiotic nefrotoksik saat ini / berulang.

B. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan ditegakkan atas dasar data dari pasien. Kemungkinan diagnosa keperawatan dari orang dengan kegagalan ginjal kronis adalah sebagai berikut :

- Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urine, diet berlebih dan retensi cairan serta natrium.

- Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual dan muntah, pembatasan diet, dan perubahan membrane mukosa mulut.

- Intoleran aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi, produk sampah.

- Resiko tinggi terhadap penururnan curah jantung berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan mempengaruhi volume sirkulasi, kerja miokardial, dan tahanan vaskular sistemik.

- Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan akumulasi toksin dalam kulit.

- Ansietas berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kondisi, pemeriksaan diagnostik, rencana tindakan, dan prognosis.

D. Implementasi

Asuhan Keperawatan bagi klien dengan kegagalan ginjal kronis

1. Membantu Meraih Tujuan Terapi

a. Mengusahakan agar orang tetap menekuni pantangan air yang sudah dipesankan.

b. Mengusahakan agar orang menekuni diet tinggi karbohidrat disertai pantangan sodium, potassium, phosphorus dan protein.

c. Menekuni makanan bahan yang mengikat fosfat.

d. Memberikan pelunak tinja bila klien mendapat aluminium antacid.

e. Memberikan suplemen vitamin dan mineral menurut yang dipesankan.

f. Melindungi pasien dari infeksi

g. Mengkaji lingkungan klien dan melindungi dari cedera dengan cara yang seksama.

h. Mencegah perdarahan saluran cerna yang lebih hebat dengan menggunakan sikat gigi yang berbulu halus dan pemberian antacid.

2. Mengusahakan Kenyamanan

a. Mengusahakan mengurangi gatal, memberi obat anti pruritis menurut kebutuhan.

b. Mengusahakan hangat dan message otot yang kejang dari tangan dan kaki bawah.

c. Menyiapkan air matol buatan untuk iritasi okuler.

d. Mengusahakan istirahat bila kecapaian

e. Mengusahakan agar klien dapat tidur dengan cara yang bijaksana

f. Mengusahakan kebersihan oral beberapa kali sehari terutama sebelum makan.

3. Konsultasi dan Penyuluhan

a. Menyiapkan orang yang bisa memberi kesempatan untuk membahas berbagai perasaan tentang kronisitas dari penyakit.

b. Mengusahakan konsultasi bila terjadi penolakan yang mengganggu terapi

c. Membesarkan harapan orang dengan memberikan bantuan bagaimana caranya mengelola cara hidup baru.

d. Memberi penyuluhan tentang sifat dari CRF, rasional terapi, aturan obat-obatan dan keperluan melanjutkan pengobatan. (Keperawatan Medikal Bedah, Barbara C. Long)

E. Evaluasi

Pertanyaan-pertanyaan yang umum yang harus diajukan pada evaluasi orang dengan kegagalan ginjal kronis terdiri dari yang berikut.

1. Apakah terdapat gejala-gejala bertambahnya retensi cairan?

2. Apakah orang menekuni pesan dietvdan cairan yang diperlukan?

3. Apakah terdapat gejala-gejala terlalu kecapaian?

4. Apakah orang menggaruk-garuk berlebihan?

5. Apakah orang tidur nyenyak pada malam hari?

6. Apakah dilakukan pencegahan infeksi, tambahan perdarahan saluran cerna?

7. Apakah orang dapat menguraikan tentang sifat CRF, rasional dan terapi, peraturan obat-obatan dan gejala-gejalayang harus dilaporkan?
(Keperawatan Medikal Bedah, Barbara C. Long)


Sofratule ……………. dekat2 Saaaaja

October 23, 2009

SOFRA-Tulle

KOMPOSISI:
Framycetin Sulphate BP 10 mg per gram of base

KLASIFIKASI:
A. 14,2 Wound dressing

Farmakologi :
Soframycin (framycetin sulfat), antibiotik spektrum yang luas, akan mengendalikan dan membasmi sebagian besar infeksi sekunder yang mungkin hadir dalam lesi dan pada saat yang sama akan memberikan perlindungan mekanis yang baik yang tidak mematuhi granulating kulit. Mudah untuk menerapkan dan mungkin akan dihapus tanpa rasa sakit. Penerapan ganti tidak mengakibatkan kelelahan dari lesi.

INDIKASI:

Traumatis: lecet, lecet, merumput (kerikil ruam), gigitan (binatang dan serangga), luka, luka tusukan, menghancurkan cedera, luka dan sayatan bedah, traumatik bisul.

Ulseratif: Varicose borok, ulkus diabetes, tidur-luka, borok tropis.

Thermal: Burns, luka bakar.

Mata: Kulit grafts (donor dan penerima situs), avulsion jari atau kuku, sunat.

Miscellaneous: Sekunder terinfeksi kondisi kulit, seperti eksim, dermatitis, herpes zoster, kolostomi, paronychia akut, menorehkan abses (pengepakan), tumbuh-kuku jari kaki.

CONTRA-INDIKASI:
Alergi lanolin atau Soframycin.

DOSIS DAN CARA PENGGUNAAN:
Berikut ini satu-tule rias Sofra harus diterapkan secara langsung ke luka dan ditutup dengan pembalut yang tepat.Dalam kasus ulkus dianjurkan untuk memotong rias tepat dengan ukuran ulkus dan tidak tumpang tindih ke epidermis sekitarnya. Bila lesi sangat exudative dianjurkan untuk mengubah rias setidaknya sekali sehari, kalau tidak dapat dibiarkan di situfor 2 – 3 hari.

SIDE-EFFECTS KHUSUS DAN TINDAKAN:
Dalam kebanyakan kasus penyerapan antibiotik dari situs aplikasi sangat sedikit sehingga dapat diabaikan.Namun, di mana daerah-daerah tubuh yang sangat besar yang terlibat (misalnya luka bakar atau luka bakar yang melibatkan 30% atau lebih dari luas permukaan tubuh) ototoxicity kemungkinan penyerapan berikut harus dipertimbangkan.

IDENTIFIKASI:
Sofra-tulle Pieces:
Sebuah laminasi foil sachet berisi sepotong leno-tenun kapas kasa 10cm x 10cm seragam Framycetin diresapi dengan basis salep. Kedua sisi perban ditutupi dengan sehelai perkamen putih.

Sofra-tulle Strips
Laminasi foil sachet berisi leno-menenun kain kasa katun strip 10cm x 30cm seragam Framycetin diresapi dengan basis salep. Kedua sisi perban ditutupi dengan sehelai perkamen putih.

PRESENTATION:
Sofra-tulle Pieces: Sebagai individu perban steril 10cm x 10cm disegel dalam sachet foil dilaminasi.
Sofra-tulle Strips: Sebagai 10cm x 30cm steril ganti strip disegel dalam sachet foil dilaminasi.

STORAGE INSTRUCTIONS: PENYIMPANAN INSTRUKSI:
Simpan di tempat yang sejuk, tempat kering, di bawah 25 ° C.
Jauhkan dari jangkauan anak-anak.


Advanced Clinical Skills for GU Nurses (Ebook)

October 10, 2009

Advanced Clinical Skills for GU Nurses

advanced clinical skills for gu nurses

By Matthew Grundy-Bowers, Jonathan Davies

Publisher: Wiley
Number Of Pages: 224
Publication Date: 2007-01-17
ISBN-10 / ASIN: 0470019603
ISBN-13 / EAN: 9780470019603
Book Description:

This book has been developed to help nurses who are in nurse practitioner roles by supporting them to develop their ‘advanced practice skills’. This book is intended to build on skills and knowledge that nurses will have acquired at staff nurse level. It is intended that this book will develop skills and knowledge which until recently have been more in the medical domain, such ***ual history taking and physical assessment

Downloads Ebook


Key Nursing Skills

October 9, 2009

Key nursing  Skills

By Barbara Workman, Clare Bennet,
Publisher: Wiley
Number Of Pages: 350
Publication Date: 2002-12-20
Sales Rank: 1378292
ISBN / ASIN: 1861563221
EAN: 9781861563224
Book Description:

Written by authors have a wide experience in teaching and practicing ***** nursing, Key Nursing Skills will be invaluable to nurses who really want to get to grips with the more common procedures.

Each chapter focuses on a specific area of care and related skills and considers the main practice issues. Each intervention is presented within a nursing problem which states the nature of the patient problem and goal. The available current evidence base is outlined and related to the problem before the procedure is explained in straightforward terms.

Experienced nurses’ tips have been integrated into the procedures, so alerting the reader to anticipate individual patients’ needs or anxieties, or improve upon their own performance.

Downloads ebook


Linu Panggul

September 25, 2009

img
Deskripsi
Linu panggul merupakan gejala nyeri, kesemutan, mati rasa atau kesulitan bergerak di panggul. Linu panggul biasa menyerang orang usia 30-50 tahun. Linu ini berhubungan dengan saraf skiatik. Oleh karena itu linu panggul bukan satu jenis penyakit, melainkan kumpulan gejala dari penyakit.

Gejala
Nyeri, kesemutan, mati rasa atau kesulitan bergerak di panggul.

Perawatan
Ada beberapa cara pengobatan untuk linu panggul. Pengobatan tersebut disesuaikan dengan penyebab terjadinya linu. Namun beberapa cara seringkali dipakai penderita, antara lain, terapi fisik, terapi pijat, atau penggunaan obat.


Nyeri Pinggang …. definisi singkat

September 25, 2009

 

imgDeskripsi
Pada kondisi normal pinggang berfungsi membuat tubuh berdiri tegak, pergerakan serta melindungi organ-organ penting lain. Fungsi lain menjadi penyangga tubuh dan juga melindungi susunan saraf yang melewati tulang belakang dan organ yang ada di dalam rongga perut.
Aktifitas sehari-hari membuat pinggang terkadang terasa nyeri. Nyeri ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yakni peregangan tulang pinggang, iritasi saraf, kondisi tulang, gangguan ginjal, kehamilan, bahkan tumor.

Gejala
Rasa nyeri pada pinggang.

Perawatan
Perawatan tergantung pada penyebab nyeri. Namun, prinsip utama perawatan nyeri pinggang adalah meredakan rasa sakit tersebut. Sebab terkadang nyeri pinggang sering kambuh meski sudah diobati.


Mampaat Tidur ……, Bisa jadi obat Paling Mujarab untuk Influenza

September 25, 2009

FluMan Ketika terkena flu, biasanya konsumsi obat flu dan vitamin C adalah hal pertama yang terlintas dalam benak seseorang. Tapi tahukah Anda, obat yang paling efektif untuk mencegah dan mengobati flu ternyata adalah tidur cukup.
Sebuah studi telah membuktikan bahwa mereka yang kurang tidur lebih gampang terkena flu, Para peneliti menduga bahwa itu adalah akumulasi dari kurangnya tidur. Tidur yang tidak cukup menyebabkan sistem imun tubuh berkurang dan virus pun mudah masuk.

Dalam studi baru-baru ini yang terdapat di Archives of Internal Medicine, peneliti melakukan studi terhadap 153 pria dan wanita selama 2 minggu. Peneliti mengecek kualitas dan kuantitas responden setiap hari. Setiap 5 hari sekali, peneliti mengkarantina responden dalam ruangan bervirus influenza.
Responden yang tidur dengan jumlah jam kurang dari 7 atau 8 jam seharinya ternyata 3 kali lipat lebih sering terkena flu dibanding mereka yang tidur rata-rata 8 jam sehari.

tidur Tidur dan sistem kekebalan tubuh memang berkaitan erat. Tubuh yang kurang istirahat tidak akan memiliki sistem imun yang baik karena tidak diberi kesempatan untuk istirahat dan memproduksinya sel-sel pertahanan yang berfungsi melawan virus.
Sebelumnya peneliti juga menemukan fakta bahwa mamalia yang tidur cukup ternyata memproduksi kadar sel darah putih yang berfungsi melawan penyakit. Sel darah putih akan meningkat, tapi tidak dengan sel darah merah.

"Spesies dengan durasi tidur yang cukup akan meningkatkan sistem imun dan tubuhnya akan terlindungi dengan baik," ujar peneliti dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology seperti dikutip dari New York Times, Jumat (25/9/2009).
Tidur yang cukup ternyata bukan hanya mencegah seseorang dari penyakit influenza, tapi juga dapat mengobatinya. Jika terkena influenza, sistem metabolisme tubuh sedang terganggu, oleh karena itu tubuh perlu beradaptasi kembali, dan tidur yang cukup bisa mengatasi hal tersebut.
Mulai sekarang, jangan sepelekan masalah tidur dan atur jam tidur Anda agar tubuh selalu fit dan bisa bekerja maksimal.

Kesimpulannya adalah dengan tidur kita bisa menyembuhkan flu tanpa obat apalagi kalau sambil ditemenin sang suami/istri .. makin lelap aja tidurnya … atau mungkin malah terganggu kali ya …?????


Apakah Minum minuman bersoda terbebas dari penyakit …????

September 14, 2009

Bahaya di Balik Minuman Soda Berlabel ‘Nol Kalori’

Asupan kalori yang berlebih bisa menyebabkan berat badan bertambah. Itulah teori yang dipakai produsen minuman bersoda rendah kalori untuk menjual produknya. Tapi tahukah Anda bahwa minuman soda berlabel ‘nol kalori’ pun sebenarnya berbahaya?
Dengan memanfaatkan kesadaran masyarakat yang mulai memikirkan asupan kalori, produsen minuman soda pun berlomba-lomba membuat produk yang rendah kalori bahkan tidak berkalori. Itulah sebabnya, di luar sana minuman soda nol kalori sangat populer dan banyak dikonsumsi.
Sebagai perbandingan saja, 1 kaleng minuman soda biasa mengandung 143 kalori, sedangkan 1 kaleng minuman soda nol kalori hanya mengandung 1 kalori. Kedengarannya seperti menyehatkan bukan?
Tapi jika Anda cermat dan teliti melihat komposisinya di kemasan produk, terdapat perbedaan yang besar antara minuman soda biasa dan nol kalori. Minuman soda nol kalori mengandung aspartam atau pemanis buatan, sementara minuman soda bisa menggunakan gula asli.
Aspartam memiliki rasa manis 180 hingga 200 kali lebih tinggi daripada gula biasa. Dalam regulasi yang dibuat oleh Food and Drug Administration (FDA), aspartam diperbolehkan penggunaannya untuk jenis minuman penurun berat badan.
Namun ternyata beberapa studi menunjukkan efek samping yang berbahaya dari aspartam, meliputi pusing-pusing, sakit kepala, perubahan mood dan reaksi pada kulit, bahkan kalori rendah pun masih bisa meningkatkan berat badan.
Dikutip dari That’s Fit, Selasa (1/9/2009), sebuah studi menyebutkan bahwa ketika seseorang mengonsumsi sesuatu yang rendah kalori, dalam otaknya akan tertanam asumsi tidak apa-apa mengonsumsinya terus-terusan karena kalorinya kecil.
Dengan demikian, nafsu makan pun akan terstimulasi dan Anda akan makan lebih banyak lagi. Mengonsumsi minuman manis juga membuat seseorang ketagihan dan ingin mengonsumsi lagi dan lagi.
Sebetulnya tidak ada soda yang sehat, meskipun itu nol kalori sekalipun. Sedikit sekali nutrisi yang terkandung di dalamnya, jadi tidak ada untungnya mengonsumsinya. Ada baiknya Anda memilih air putih, jus, teh atau minuman lain yang lebih sehat ketimbang minuman bersoda.

Sumber: detikcom


Bronkitis

September 3, 2009

Lucu banget …… saat adikku masuk ke AKPER …. ada saja kejadian lucu yang dia dapat dari Hari pertama masuk ke kampus ….. disuruh bikin makalah yang menurut dia awam banget … musti tahu definisi penyakit dengan embel-embelnya.

Tapi dasarnya ia kreatif …… eh nyuruh gue yang ngerjain tugasnya … hmmm …. oke deh adik … ta kerjain tugasnya …. salah satunya dibawah ini …….

DEFINISI

Bronkitis (Bronchitis; Inflammation – bronchi) adalah suatu peradangan pada bronkus(saluran udara ke paru-paru).
Penyakit bronkitis biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

clip_image001

PENYEBAB

Penyebab Bronkitis infeksiosa adalah virus, bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia).
Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun.
Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

· Sinusitis kronis

· Bronkiektasis

· Alergi

· Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.
Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:
- Berbagai jenis debu
- Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
- Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
- Tembakau dan rokok lainnya

GEJALA

Gejala bronkitis berupa:
- batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
- sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
- sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu)
- bengek
- lelah
- pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
- wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
- pipi tampak kemerahan
- sakit kepala
- gangguan penglihatan.

Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.
Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat.
Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk.
Bisa terjadi pneumonia.

DIAGNOSA

Diagnosis bronkitis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir.
Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernafasan yang abnormal.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
- Tes fungsi paru-paru
- Gas darah arteri
- Rontgen dada.

PENGOBATAN

Pengobatan bronkitis dilakukan untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan Aspirin atau asetaminofen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan asetaminofen.
Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.
Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae.
Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin.
Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik.
Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat, maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik.

 

Wuih …. baru segitu udah cape deh nyari makalah buat tugas adikku …. lihat ke daftar …..masih banyak bro … listing nya …..

Do’ain moga cepet beres nih OSPEK nya ….. weeik…weik …


Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

September 3, 2009

Buat para teman-teman yang ingiin mengetahui mengenai ISPA silahkan baca artikel di bawah ini :

Definisi

Menurut DepKes RI (1998) Istilah ISPA mengandung 3 unsur, yaitu infeksi, saluran pernafasan, dan akut. Pengertian atau batasan masing-masing unsur adalah sebagai berikut :

a. Yang dimaksud dengan infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.

b. Yang dimaksud dengan saluran pernafasan adalah organ yang mulai dari hidung hingga alveoli beserta organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Dengan demikian ISPA secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru) dan organ adneksa saluran pernafasan. Dengan batasan ini maka jaringan paru termasuk dalam saluran pernafasan (respiratory tract).

c. Yang dimaksud dengan infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14 hari ini diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari (DepKes. RI, 1998 : 3 dan 4).

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu keadaan dimana kuman penyakit berhasil menyerang alat-alat tubuh yang dipergunakan untuk bernafas yaitu mulai dari hidung, hulu kerongkongan, tenggorokan, batang tenggorokan sampai ke paru-paru, dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari.

Etiologi
Etiologi ISPA terdiri dari lebih dari 300 jenis penyakit bakteri, virus, dan riketsia. Virus penyebab ISPA antara lain adalah golongan Miksovirus, Adenvirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain (DepKes.RI, 1998 : 5).

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala penyakit infeksi saluran pernafasan dapat berupa :
a. Batuk
b. Kesulitan bernafas
c. Sakit tenggorokan
d. Pilek
e. Demam
f. Sakit kepala
(DepKes.RI, 1993 : 1)

Patofisiologi

Terjadinya infeksi antara bakteri dan flora normal disaluran nafas. Infeksi oleh bakteri, virus dan jamur dapat merubah pola kolonisasi bakteri. Timbul mekanisme pertahanan pada jalan nafas seperti filtrasi udara inspirasi di rongga hidung, refleksi batuk, refleksi epiglottis, pembersihan mukosilier dan fagositosis. Karena menurunnya daya tahan tubuh penderita maka bakteri pathogen dapat melewati mekanisme sistem pertahanan tersebut Akibatnya terjadi invasi di daerah-daerah saluran pernafasan atas maupun bawah.

Bahaya Infeksi Saluran Pernafasan Akut

Salah satu bahaya atau akibat terburuk dari ISPA adalah kematian. Berdasarkan data-data dari Departemen Kesehatan maka angka kematian bayi di Indonesia adalah 90,3 per 1.000 kelahiran hidup berarti dari 1.000 bayi yang dilahirkan hidup lebih dari 90 orang di antaranya meninggal sebelum mencapai 1 tahun.
Angka kematian balita di Indonesia adalah 17,8 per 1.000 balita. Berarti dari 1.000 balita yang ada di Indonesia lebih dari 17 orang diantaranya akan meninggal sebelum usia 5 tahun oleh berbagai sebab. Menurut penelitian yang dilakukan tahun 1980, 22,1% sebab kematian bayi di Indonesia adalah akibat ISPA. Sedangkan data tahun 1983 menunjukkan bahwa hampir 40% kematian anak berumur 2 tahun sampai 12 bulan adalah disebabkan oleh ISPA

(DepKes.RI, 1985 : 8).

Sebab keparahan penyakit pada anak yang menderita ISPA adalah :

a. Pertolongan medis yang terlambat :
Banyak anak yang meninggal tidak lama setelah tiba di rumah sakit karena pada waktu itu keadaan mereka sudah payah baru dibawa oleh orang tuanya ke rumah sakit.

b. Kekurangan gizi :
Banyak penderita ISPA yang menderita kekurangan gizi.

c. Adanya penyakit lain :
Banyak anak yang disamping menderita ISPA juga menderita penyakit-penyakit lain pada waktu yang bersamaan.

Bahaya lain dari ISPA adalah terjadinya gangguan pernafasan masa dewasa jika pada usia anak-anak sering mendapat serangan ISPA.

a. Sumbatan pada saluran nafas di paru-paru sehingga sering menderita sesak nafas.

b. Serangan penyakit asma jika mempunyai bakat alergi.

Jelaslah bahwa disamping kematian, ISPA dapat pula berakibat gangguan pernafasan hingga orang tersebut tidak dapat bekerja keras dan bekerja berat, sehingga mungkin dapat menjadi beban masyarakat atau keluarganya.

Pembagian ISPA

a. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Bagian Atas

Adalah infeksi-infeksi yang terutama mengenai struktur-struktur saluran nafas disebelah atas laring. Kebanyakan penyakit saluran nafas mengenai bagian atas dan bawah secara bersama-sama atau berurutan, tetapi beberapa di antaranya melibatkan bagian-bagian spesifik saluran nafas secara nyata.
Yang tergolong Infeksi Saluran Nafas Akut (ISPA) bagian atas diantaranya adalah : Nasofaringitis akut (selesma), Faringitis Akut (termasuk Tonsilitis dan Faringotosilitis) dan rhinitis.

b. Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Bawah

Adalah infeksi-infeksi yang terutama mengenai struktur-struktur saluran nafas bagian bawah mulai dari laring sampai dengan alveoli. Penyakit-penyakit yang tergolong Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bagian bawah : Laringitis, Asma Bronchial, Bronchitis akut maupun kronis, Broncho Pneumonia atau Pneumonia (suatu peradangan tidak saja pada jaringan paru tetapi juga pada bonkioli) (Pusdiknakes, 1993 : 105).

Dan menurut Pusdiknakes (1990 : 20) tentang perawatan bayi dan anak ISPA dibagi dalam tiga macam, yaitu :

a. Ringan
Bila timbul batuk tidak mengganggu tidur, dahak encer, tidak ada anoreksia, panas tidak begitu tinggi, misalnya rhinitis, rhinofaringitis.

b. Sedang
Dahak kental, ingus kental, panas tinggi (38oC), anoreksia, sesak, sakit saat menelan, misalnya tonsilofaringitis, laringo traceobronchitis.

c. Berat
Panas tinggi disertai nafas ngorok, stridor, kadang-kadang disertai penurunan kesadaran, misalnya pada pneumonia.

Pengobatan dan Perawatan ISPA Ringan

Pengobatan dan perawatan penderita ISPA ringan dilakukan di rumah. Jika anak menderita ISPA ringan maka yang harus dilakukan adalah hal-hal sebagai berikut (DepKes.RI, 1985 : 6 dan 7) :

a. Demam

1) Bila demam dilakukan kompres.

Cara mengompres adalah sebagai berikut :

ü Ambillah secarik kain yang bersih (saputangan atau handuk kecil).

ü Basahi atau rendam kain tersebut dalam air dingin yang bersih atau rendam kain tersebut dalam air dingin yang bersih atau air es, kemudian peras.

ü Letakkan kain di atas kepada atau dahi anak tapi jangan menutupi muka.

ü Jika kain sudah tidak dingin lagi basahi lagi dengan air, kemudian peras lalu letakkan lagi di atas dahi anak.

ü Demikian seterusnya sampai demam berkurang.

2) Berikan obat penurun panas dari golongan parasetamol.

b. Pilek

Jika anak tersumbat hidungnya oleh ingus maka usahakanlah membersihkan hidung yang tersumbat tersebut agar anak dapat bernafas dengan lancar. Membersihkan ingus harus hati-hati agar tidak melukai hidung.

c. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

§ Suruhlah anak beristirahat atau barbaring di tempat tidur.

§ Berikan cukup minum tapi jangan berikan air es atau minuman yang mengandung es. Dapat diberikan teh manis, air buah atau pada bayi dapat diberikan air susu ibu.

§ Berikan makanan yang cukup dan bergizi.

§ Anak jangan dibiarkan terkena hawa dingin atau hawa panas. Pakaian yang ringan hendaknya dikenakan pada anak tersebut.

§ Hindarkanlah orang merokok dekat anak yang sakit dan hindarkan asap dapur atau asap lainnya mengenai anak yang sakit.

§ Perhatikan apakah ada tanda-tanda ISPA sedang atau ISPA berat yang memerlukan bantuan khusus petugas kesehatan.

Pencegahan ISPA

a. Mengusahakan agar anak mempunyai gizi yang baik
b. Mengusahakan kekebalan anak dengan imunisasi
c. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
d. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA
e. Pengobatan segera