Pneumonia … dari definisi sampai downloads E-Book nya

pneumonia

DEFINISI

Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus maupun jamur.

PENYEBAB

Penyebab pneumonia adalah:

  1. Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa):
    - Streptococcus pneumoniae
    - Staphylococcus aureus
    - Legionella
    - Hemophilus influenzae
  2. Virus: virus influenza, chicken-pox (cacar air)
  3. Organisme mirip bakteri: Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak dan dewasa muda)
  4. Jamur tertentu.

Adapun cara mikroorganisme itu sampai ke paru-paru bisa melalui:
- Inhalasi (penghirupan) mikroorganisme dari udara yang tercemar
- Aliran darah, dari infeksi di organ tubuh yang lain
- Migrasi (perpindahan) organisme langsung dari infeksi di dekat paru-paru.
Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah:

  1. Peminum alkohol
  2. Perokok
  3. Penderita diabetes
  4. Penderita gagal jantung
  5. Penderita penyakit paru obstruktif menahun
  6. Gangguan sistem kekebalan karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan)
  7. Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS).

Pneumonia juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan perut) atau cedera (terutama cedera dada), sebagai akibat dari dangkalnya pernafasan, gangguan terhadap kemampuan batuk dan lendir yang tertahan.
Yang sering menjadi penyebabnya adalah Staphylococcus aureus, pneumokokus, Hemophilus influenzae atau kombinasi ketiganya.
Pneumonia pada orang dewasa paling sering disebabkan oleh bakteri, yang tersering yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
Pneumonia pada anak-anak paling sering disebabkan oleh virus pernafasan, dan puncaknya terjadi pada umur 2-3 tahun. Pada usia sekolah, pneumonia paling sering disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae.
Pneumonia dikelompokkan berdasarkan sejumlah sistem yang berlainan. Salah satu diantaranya adalah berdasarkan cara diperolehnya, dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu"community-acquired" (diperoleh diluar institusi kesehatan) dan "hospital-acquired" (diperoleh di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya).
Pneumonia yang didapat diluar institusi kesehatan paling sering disebabkan olehStreptococcus pneumoniae.
Pneumonia yang didapat di rumah sakit cenderung bersifat lebih serius karena pada saat menjalani perawatan di rumah sakit, sistem pertahanan tubuh penderita untuk melawan infeksi seringkali terganggu. Selain itu, kemungkinannya terjadinya infeksi oleh bakteri yang resisten terhadap antibiotik adalah lebih besar.

 

GEJALA

Gejala-gejala yang biasa ditemukan adalah:
- batuk berdahak (dahaknya seperti lendir, kehijauan atau seperti nanah)
- nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk)
- menggigil
- demam
- mudah merasa lelah
- sesak nafas
- sakit kepala
- nafsu makan berkurang
- mual dan muntah
- merasa tidak enak badan
- kekakuan sendi
- kekakuan otot.
Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- kulit lembab
- batuk darah
- pernafasan yang cepat
- cemas, stres, tegang
- nyeri perut.

Buat Kawan Yang Ingin Mengetahui Lebih Lanjut mengenai Pneumonia dapat kawan downloads dari Link dibawah ini

DOWNLOADS

Pneumonia

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia Atipik

Pneumonia Bakteri Gram Negatif

Pneumonia Jamur

Pneumonia Karena HI

Pneumonia Pneumokistik

Pneumonia Pneumokokus

Pneumonia Virus

Bisul … bikin kita sengsara ….. Jadi kita harus tahu definisinya

Memang benar bisul membuat aku sengsara ….. kenapa ? … selain ganggu aktivitas juga ganggu kenyamanan loh ……. Akibatnya ??? lahirlah tulisan ini dengan notabene nyari info d mbah google biar digosok makin sip ………………… mari kita simak ..

Definisi

Bisul, Wudun (Jawa) atau Furunkel adalah Peradangan atau infeksi pada folikel rambut dan menyebar ke jaringan kulit disekitarnya.

Bisul biasanya disebabkan oleh Bakteri gram positif seperti Staphylococcus atau Streptococcus. Bakteri ini berbentuk bulat dan bergerombol seperti sekumpulan anggur.

Bisul terjadi karena :

Alergi atau makan makanan terutama yang mengandung protein tinggi : telur, susu , ayam negeri dll.

Terutama dan paling sering adalah karena menurunnya daya tahan tubuh dan pada saat itu kebersihan kulit kurang terjaga seperti: tidak mandi , mandi dengan air dan handuk kurang bersih. memakai pakaian kotor atau menggaruk kulit dengan kuku kotor dll.

Gejala Bisul.

Stadium 1 : Kulit terasa hangat, ada benjolan sedikit jika ditekan tidak terlalu sakit

Stadium 2 : Kulit terasa hangat , mulai timbul benjolan Bisul area sekitar mulai sakit.

Stadium 3 : Kulit hangat panas , timbul benjolan membesar mulai ada bintil atau tidak ada bintil sama sekali . Sekitar area terasa sakit.Demam dan badan mulai pegal2.

(Urutan Stadium 1-3 aku buat untuk memudahkan pengobatansecara traditional dan antibiotik)

Pengobatan Bisul Traditional.

Injet (rendaman gamping ) dan Gula aren perbandingan 1:1 ditambah air secukupnya dioleskan ke bisul stadium 1. Beberapa kali aku coba resep ini bisul tidak jadi muncul. (stadium1-2)

Bawang diiris dengan pisau bersih dan dioleskan ke Bisul (stadium 1)

Kentang diparut dan di tempelkan ke Bisul (stadium1)

Bawang + Kentang diparut dan ditempelkan ke Bisul (Stadium 1-2)

Daun Pohon Ungu yg biasa dipakai untuk wasir. Daun diolesi minyak kelapa dibakar dan ditempelkan di bisul ( stadium 1-2)

Semua bahan traditional yang sifatnya antibakteri terutama terhadap Staphylococcus dapat dipakai untuk pengobatan traditional ini.

Pengobatan Bisul Antibiotik.

Amoxcylin 500 mg 3×1 selama 4. total 12 butir. Harga Perbutir 1000-2000 / butir. Amoxyclin ini efektif karena Staphylococcus ini rentan terhadap antibiotik ini. Saya sudah mencoba dan memberikan efek positif. Bengkak mulai berkurang dan sakit mulai mereda. (Stadium 1-3)

Lyncomycin 500mg 3×1 selama 4 hari. Harga bervariasi ada yang 1000 dan 11rb perbutir dan ada Dulu antibiotik ini efektif banget untuk saya menghilangkan Bisul. Adik saya baru-baru ini sembuh dengan minum antibiotik ini (stadium 1-3)

Ceradolan dengan zat aktif Sefotiam diHCl. Obat ini berbentuk tablet 200mg x20 biji harga + 245rb. Efektif untuk Bisul Batu, Geromboloan Bisul dan semua organ tubuh yang terkena infeksi akibat turunan Staphylococcus.

Pengobatan Bisul Salep

Ichtiyol : Salep berwarna hitam ( 3-6rb). Ichtiyol berfungsi untuk mempercepat pematangan bisul. Sehingga kotoran putih mudah dikeluarkan. (1-3)

Gentamycin (3-5rb) atau Garamycin (25-35rb) salep dioleskan untuk stadium 1-2

SARAN:

Untuk penyembuhan Bisul dewasa bisa pakai injet dan gula aren. kalo anak2 pakai bawang / parutan kentang. kalo memang bisul bandel dan maunya membesar. sebaiknya ke Dokter. tapi jika tidak ingin ke dokter bisa minum antibiotik Lyncomycin atau Amxyclin. biar bakteri tidak menyebar ke area lain terutama ke otak. olesi salep Ichtiyol sesering mungkin atau bisa sambil ditutup kasa steril untuk mempercepat kematangan bisul. Jika bisul sudah matang dan gunungnya dipegang mulai adem dan lunak. kotoran bisa dikeluarkan oleh orang profesional atau kalo bisa sendiri siapkan kapas dan kain kasa steril, Betadine, Rivanol atau alkohol 70% untuk membasuh bekas bisul. Setelah selesai dibersihkan semua atau mencuci bekas luka dengan Rivanol. tutup bekas luka dengan kain kasa steril yg telah diolesi Betadine. kemudian diplester. jangan lupa minum antibiotik agar tidak infeksi. Banyak makan Buah atau minum Vitamin C untuk membantu mempercepat penyembuan luka.Selesai

Penderita PB sebaiknya menjaga kebersihan, mandi dengan air hangat bersih dan sabun antibiotik. Pakai handuk dan pakaian yang bersih.

Jika Bisul diolesi Ictiyol tidak matang2 dan tidak keluar titik putih sebaiknya jangan dipencet sendiri karena tidak ada kotoran putih yang keluar. Minum antibiotik saja secara teratur.

Jika Bisul sudah membesar dan tidak bisa memecah sendiri sebaiknya dikeluarkan kotorannya oleh orang yg profesional seperti dokter atau mantri kesehatan.

Jika Bisul bisa memecah sendiri atau ditekan pecah, kelurakan semua kotoran sampai bersih dan keluar mata bisul. Jangan lupa luka dibersihkan dengan antiseptik seperti Rivanol, Alkohol 70% dll baru kemudian diberi betadine dan ditutup pakai kain Kasa steril.

Bronkitis


  1. Pengertian


    Secara harfiah bronkitis adalah suatu penyakit yang ditanda oleh inflamasi bronkus. Secara klinis pada ahli mengartikan bronkitis sebagai suatu penyakit atau gangguan respiratorik dengan batuk merupakan gejala yang utama dan dominan. Ini berarti bahwa bronkitis bukan penyakit yang berdiri sendiri melainkan bagian dari penyakit lain tetapi bronkitis ikut memegang peran.( Ngastiyah, 1997 )
    Bronkitis berarti infeksi bronkus. Bronkitis dapat dikatakan penyakit tersendiri, tetapi biasanya merupakan lanjutan dari infeksi saluran peranpasan atas atau bersamaan dengan penyakit saluran pernapasan atas lain seperti Sinobronkitis, Laringotrakeobronkitis, Bronkitis pada asma dan sebagainya (Gunadi Santoso, 1994)
    Sebagai penyakit tersendiri, bronkitis merupakan topik yang masih diliputi kontroversi dan ketidakjelasan di antara ahli klinik dan peneliti. Bronkitis merupakan diagnosa yang sering ditegakkan pada anak baik di Indonesia maupun di luar negeri, walaupun dengan patokan diagnosis yang tidak selalu sama.(Taussig, 1982; Rahayu, 1984)
    Kesimpangsiuran definisi bronkitis pada anak bertambah karena kurangnya konsesus mengenai hal ini. Tetapi keadaan ini sukar dielakkan karena data hasil penyelidikan tentang hal ini masih sangat kurang.

  2. Review Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

    Pernapasan adalah peristiwa menghirup udara dari luar yang mengandung oksigen ke dalam tubuh serta menghembuskan udara yang banyak mengandung CO2 sebagai sisa dari oksidasi keluar dari tubuh. Fungsi dari sistem pernapasan adalah untuk mengambil O2 yang kemudian dibawa oleh darah ke seluruh tubuh untuk mengadakan pembakaran, mengeluarkan CO2 hasil dari metabolisme .


    a. Hidung
    Merupakan saluran udara yang pertama yang mempunyai dua lubang dipisahkan oleh sekat septum nasi. Di dalamnya terdapat bulu-bulu untuk menyaring udara, debu dan kotoran. Selain itu terdapat juga konka nasalis inferior, konka nasalis posterior dan konka nasalis media yang berfungsi untuk mengahangatkan udara.


    b. Faring
    Merupakan tempat persimpangan antara jalan pernapasan dan jalan makanan. Terdapat di bawah dasar pernapasan, di belakang rongga hidung, dan mulut sebelah depan ruas tulang leher. Di bawah selaput lendir terdapat jaringan ikat, juga di beberapa tempat terdapat folikel getah bening.


    c. Laring
    Merupakan saluran udara dan bertindak sebelum sebagai pembentuk suara. Terletak di depan bagian faring sampai ketinggian vertebra servikalis dan masuk ke dalam trakea di bawahnya. Laring dilapisi oleh selaput lendir, kecuali pita suara dan bagian epiglottis yang dilapisi oleh sel epitelium berlapis.


    d. Trakea
    Merupakan lanjutan dari laring yang dibentuk oleh 16 – 20 cincin yang terdiri dari tulang rawan yang berbentuk seperti tapal kuda yang berfungsi untuk mempertahankan jalan napas agar tetap terbuka. Sebelah dalam diliputi oleh selaput lendir yang berbulu getar yang disebut sel bersilia, yang berfungsi untuk mengeluarkan benda asing yang masuk bersama-sama dengan udara pernapasan.


    e. Bronkus
    Merupakan lanjutan dari trakea, ada 2 buah yang terdapat pada ketinggian vertebra thorakalis IV dan V. mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus kanan lebih besar dan lebih pendek daripada bronkus kiri, terdiri dari 6 – 8 cincin dan mempunyai 3 cabang. Bronkus kiri terdiri dari 9 – 12 cincin dan mempunyai 2 cabang. Cabang bronkus yang lebih kecil dinamakan bronkiolus, disini terdapat cincin dan terdapat gelembung paru yang disebut alveolli.


    f. Paru-paru
    Merupakan alat tubuh yang sebagian besar dari terdiri dari gelembung-gelembung. Di sinilah tempat terjadinya pertukaran gas, O2 masuk ke dalam darah dan CO2 dikeluarkan dari darah.


  3. Klasifkasi


    a. Bronkitis Akut
    Bronkitis akut pada bayi dan anak biasanya juga bersama dengan trakeitis, merupakan penyakit saluran napas akut (ISNA) yang sering dijumpai.


    b. Bronkitis Kronik dan atau Batuk Berulang
    Bronkitis Kronik dan atau berulang adalah kedaan klinis yang disebabkan oleh berbagai sebab dengan gejala batuk yang berlangsung sekurang-kurangnya selama 2 minggu berturut-turut dan atau berulang paling sedikit 3 kali dalam 3 bulan dengan atau tanpa disertai gejala respiratorik dan non respiratorik lainnya (KONIKA, 1981). Dengan memakai batasan ini maka secara jelas terlihat bahwa Bronkitis Kronik termasuk dalam kelompok BKB tersebut. Dalam keadaan kurangnya data penyelidikan mengenai Bronkitis Kronik pada anak maka untuk menegakkan diagnosa Bronkitis Kronik baru dapat ditegakkan setelah menyingkirkan semua penyebab lainnya dari BKB.

  4. Etiologi

    Penyebab utama penyakit Bronkitis Akut adalah adalah virus. Sebagai contoh Rhinovirus Sincytial Virus (RSV), Infulenza Virus, Para-influenza Virus, Adenovirus dan Coxsakie Virus. Bronkitis Akut selalu terjadi pada anak yang menderita Morbilli, Pertusis dan infeksi Mycoplasma Pneumonia. Belum ada bukti yang meyakinkan bahwa bakteri lain merupakan penyebab primer Bronkitis Akut pada anak. Di lingkungan sosio-ekonomi yang baik jarang terdapat infeksi sekunder oleh bakteri. Alergi, cuaca, polusi udara dan infeksi saluran napas atas dapat memudahkan terjadinya bronkitis akut.


    Sedangkan pada Bronkitis Kronik dan Batuk Berulang adalah sebagai berikut :


    a. Spesifik


    1) Asma
    2) Infeksi kronik saluran napas bagian atas (misalnya sinobronkitis).
    3) Infeksi, misalnya bertambahnya kontak dengan virus, infeksi mycoplasma, hlamydia, pertusis, tuberkulosis, fungi/jamur.
    4) Penyakit paru yang telah ada misalnya bronkietaksis.
    5) Sindrom aspirasi.
    6) Penekanan pada saluran napas
    7) Benda asing
    8) Kelainan jantung bawaan
    9) Kelainan sillia primer
    10) Defisiensi imunologis
    11) Kekurangan anfa-1-antitripsin
    12) Fibrosis kistik

    13) Psikis


    b. Non-spesifik


    1. Asap rokok
    2. Polusi udara


  5. Patofisiologi


    Virus
    (penyebab tersering infeksi) – Masuk saluran pernapasan – Sel mukosa dan sel silia – Berlanjut – Masuk saluran pernapasan(lanjutan) – Menginfeksi saluran pernapasan – Bronkitis – Mukosa membengkak dan menghasilkan lendir – Pilek 3 – 4 hari – Batuk (mula-mula kering kemudian berdahak) – Riak jernih – Purulent – Encer – Hilang – Batuk – Keluar – Suara ronchi basah atau suara napas kasar – Nyeri subsernal – Sesak napas – Jika tidak hilang setelah tiga minggu – Kolaps paru segmental atau infeksi paru sekunder (pertahanan utama) (Sumber : dr.Rusepno Hasan, Buku Kuliah 3 Ilmu Kesehatan Anak, 1981)

  6. Tanda dan gejala


    Menurut Gunadi Santoso dan Makmuri (1994), tanda dan gejala yang ada yaitu :
    - Biasanya tidak demam, walaupun ada tetapi rendah
    - Keadaan umum baik, tidak tampak sakit, tidak sesak
    - Mungkin disertai nasofaringitis atau konjungtivitis
    - Pada paru didapatkan suara napas yang kasar
    Menurut Ngastiyah (1997), yang perlu diperhatikan adalah akibat batuk yang lama, yaitu :
    - Batuk siang dan malam terutama pada dini hari yang menyebabkan klien murang istirahat
    - Daya tahan tubuh klien yang menurun
    - Anoreksia sehingga berat badan klien sukar naik
    - Kesenangan anak untuk bermain terganggu
    - Konsentrasi belajar anak menurun

  7. Komplikasi


    a. Bronkitis Akut yang tidak ditangani cenderung menjadi Bronkitis Kronik
    b. Pada anak yang sehat jarang terjadi komplikasi, tetapi pada anak dengan gizi kurang dapat
    terjadi Othithis Media, Sinusitis dan Pneumonia
    c. Bronkitis Kronik menyebabkan mudah terserang infeksi
    d. Bila sekret tetap tinggal, dapat menyebabkan atelektasisi atau Bronkietaksis

  8. Pemeriksaan Penunjang

    a. Foto Thorax : Tidak tampak adanya kelainan atau hanya hyperemia
    b. Laboratorium : Leukosit > 17.500.

  1. Penatalaksanaan
    1. Tindakan Perawatan
      Pada tindakan perawatan yang penting ialah mengontrol batuk dan mengeluarakan lendir
      - Sering mengubah posisi
      - Banyak minum
      - Inhalasi
      - Nebulizer
      - Untuk mempertahankan daya tahan tubuh, setelah anak muntah dan tenang perlu
      diberikan minum susu atau makanan lain
    2. Tindakan Medis
      - Jangan beri obat antihistamin berlebih
      - Beri antibiotik bila ada kecurigaan infeksi bakterial
      - Dapat diberi efedrin 0,5 – 1 mg/KgBB tiga kali sehari
      - Chloral hidrat 30 mg/Kg BB sebagai sedatif
  2. Pencegahan

    Menurut Ngastiyah (1997), untuk mengurangi gangguan tersebut perlu diusahakan agar batuk tidak bertambah parah.
    - Membatasi aktivitas anak
    - Tidak tidur di kamar yang ber AC atau gunakan baju dingin, bila ada yang tertutup lehernya
    - Hindari makanan yang merangsang
    - Jangan memandikan anak terlalu pagi atau terlalu sore, dan mandikan anak dengan air hangat
    - Jaga kebersihan makanan dan biasakan cuci tangan sebelum makan
    - Menciptakan lingkungan udara yang bebas polusi

Dengan begitu sebaiknya anda terbebas dari polutandiatas dan mencegah lebih baik daripada mengobati. (KK)

Linu Panggul

img
Deskripsi
Linu panggul merupakan gejala nyeri, kesemutan, mati rasa atau kesulitan bergerak di panggul. Linu panggul biasa menyerang orang usia 30-50 tahun. Linu ini berhubungan dengan saraf skiatik. Oleh karena itu linu panggul bukan satu jenis penyakit, melainkan kumpulan gejala dari penyakit.

Gejala
Nyeri, kesemutan, mati rasa atau kesulitan bergerak di panggul.

Perawatan
Ada beberapa cara pengobatan untuk linu panggul. Pengobatan tersebut disesuaikan dengan penyebab terjadinya linu. Namun beberapa cara seringkali dipakai penderita, antara lain, terapi fisik, terapi pijat, atau penggunaan obat.

Nyeri Pinggang …. definisi singkat

 

imgDeskripsi
Pada kondisi normal pinggang berfungsi membuat tubuh berdiri tegak, pergerakan serta melindungi organ-organ penting lain. Fungsi lain menjadi penyangga tubuh dan juga melindungi susunan saraf yang melewati tulang belakang dan organ yang ada di dalam rongga perut.
Aktifitas sehari-hari membuat pinggang terkadang terasa nyeri. Nyeri ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor yakni peregangan tulang pinggang, iritasi saraf, kondisi tulang, gangguan ginjal, kehamilan, bahkan tumor.

Gejala
Rasa nyeri pada pinggang.

Perawatan
Perawatan tergantung pada penyebab nyeri. Namun, prinsip utama perawatan nyeri pinggang adalah meredakan rasa sakit tersebut. Sebab terkadang nyeri pinggang sering kambuh meski sudah diobati.

Bronkitis

Lucu banget …… saat adikku masuk ke AKPER …. ada saja kejadian lucu yang dia dapat dari Hari pertama masuk ke kampus ….. disuruh bikin makalah yang menurut dia awam banget … musti tahu definisi penyakit dengan embel-embelnya.

Tapi dasarnya ia kreatif …… eh nyuruh gue yang ngerjain tugasnya … hmmm …. oke deh adik … ta kerjain tugasnya …. salah satunya dibawah ini …….

DEFINISI

Bronkitis (Bronchitis; Inflammation – bronchi) adalah suatu peradangan pada bronkus(saluran udara ke paru-paru).
Penyakit bronkitis biasanya bersifat ringan dan pada akhirnya akan sembuh sempurna. Tetapi pada penderita yang memiliki penyakit menahun (misalnya penyakit jantung atau penyakit paru-paru) dan pada usia lanjut, bronkitis bisa bersifat serius.

clip_image001

PENYEBAB

Penyebab Bronkitis infeksiosa adalah virus, bakteri dan (terutama) organisme yang menyerupai bakteri (Mycoplasma pneumoniae dan Chlamydia).
Serangan bronkitis berulang bisa terjadi pada perokok dan penderita penyakit paru-paru dan saluran pernafasan menahun.
Infeksi berulang bisa merupakan akibat dari:

· Sinusitis kronis

· Bronkiektasis

· Alergi

· Pembesaran amandel dan adenoid pada anak-anak.
Bronkitis iritatif bisa disebabkan oleh:
- Berbagai jenis debu
- Asap dari asam kuat, amonia, beberapa pelarut organik, klorin, hidrogen sulfida, sulfur dioksida dan bromin
- Polusi udara yang menyebabkan iritasi ozon dan nitrogen dioksida
- Tembakau dan rokok lainnya

GEJALA

Gejala bronkitis berupa:
- batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan)
- sesak nafas ketika melakukan olah raga atau aktivitas ringan
- sering menderita infeksi pernafasan (misalnya flu)
- bengek
- lelah
- pembengkakan pergelangan kaki, kaki dan tungkai kiri dan kanan
- wajah, telapak tangan atau selaput lendir yang berwarna kemerahan
- pipi tampak kemerahan
- sakit kepala
- gangguan penglihatan.

Bronkitis infeksiosa seringkali dimulai dengan gejala seperti pilek, yaitu hidung meler, lelah, menggigil, sakit punggung, sakit otot, demam ringan dan nyeri tenggorokan.
Batuk biasanya merupakan tanda dimulainya bronkitis. Pada awalnya batuk tidak berdahak, tetapi 1-2 hari kemudian akan mengeluarkan dahak berwarna putih atau kuning. Selanjutnya dahak akan bertambah banyak, berwarna kuning atau hijau.
Pada bronkitis berat, setelah sebagian besar gejala lainnya membaik, kadang terjadi demam tinggi selama 3-5 hari dan batuk bisa menetap selama beberapa minggu.
Sesak nafas terjadi jika saluran udara tersumbat.
Sering ditemukan bunyi nafas mengi, terutama setelah batuk.
Bisa terjadi pneumonia.

DIAGNOSA

Diagnosis bronkitis biasanya ditegakkan berdasarkan gejala, terutama dari adanya lendir.
Pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop akan terdengar bunyi ronki atau bunyi pernafasan yang abnormal.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
- Tes fungsi paru-paru
- Gas darah arteri
- Rontgen dada.

PENGOBATAN

Pengobatan bronkitis dilakukan untuk mengurangi demam dan rasa tidak enak badan, kepada penderita dewasa bisa diberikan Aspirin atau asetaminofen; kepada anak-anak sebaiknya hanya diberikan asetaminofen.
Dianjurkan untuk beristirahat dan minum banyak cairan.
Antibiotik diberikan kepada penderita yang gejalanya menunjukkan bahwa penyebabnya adalah infeksi bakteri (dahaknya berwarna kuning atau hijau dan demamnya tetap tinggi) dan penderita yang sebelumnya memiliki penyakit paru-paru.
Kepada penderita dewasa diberikan trimetoprim-sulfametoksazol, tetracyclin atau ampisilin. Erythromycin diberikan walaupun dicurigai penyebabnya adalah Mycoplasma pneumoniae.
Kepada penderita anak-anak diberikan amoxicillin.
Jika penyebabnya virus, tidak diberikan antibiotik.
Jika gejalanya menetap atau berulang atau jika bronkitisnya sangat berat, maka dilakukan pemeriksaan biakan dari dahak untuk membantu menentukan apakah perlu dilakukan penggantian antibiotik.

 

Wuih …. baru segitu udah cape deh nyari makalah buat tugas adikku …. lihat ke daftar …..masih banyak bro … listing nya …..

Do’ain moga cepet beres nih OSPEK nya ….. weeik…weik …

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Buat para teman-teman yang ingiin mengetahui mengenai ISPA silahkan baca artikel di bawah ini :

Definisi

Menurut DepKes RI (1998) Istilah ISPA mengandung 3 unsur, yaitu infeksi, saluran pernafasan, dan akut. Pengertian atau batasan masing-masing unsur adalah sebagai berikut :

a. Yang dimaksud dengan infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.

b. Yang dimaksud dengan saluran pernafasan adalah organ yang mulai dari hidung hingga alveoli beserta organ adneksanya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah dan pleura. Dengan demikian ISPA secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru) dan organ adneksa saluran pernafasan. Dengan batasan ini maka jaringan paru termasuk dalam saluran pernafasan (respiratory tract).

c. Yang dimaksud dengan infeksi akut adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari. Batas 14 hari ini diambil untuk menunjukkan proses akut meskipun untuk beberapa penyakit yang dapat digolongkan dalam ISPA proses ini dapat berlangsung lebih dari 14 hari (DepKes. RI, 1998 : 3 dan 4).

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ISPA adalah suatu keadaan dimana kuman penyakit berhasil menyerang alat-alat tubuh yang dipergunakan untuk bernafas yaitu mulai dari hidung, hulu kerongkongan, tenggorokan, batang tenggorokan sampai ke paru-paru, dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari.

Etiologi
Etiologi ISPA terdiri dari lebih dari 300 jenis penyakit bakteri, virus, dan riketsia. Virus penyebab ISPA antara lain adalah golongan Miksovirus, Adenvirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus dan lain-lain (DepKes.RI, 1998 : 5).

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala penyakit infeksi saluran pernafasan dapat berupa :
a. Batuk
b. Kesulitan bernafas
c. Sakit tenggorokan
d. Pilek
e. Demam
f. Sakit kepala
(DepKes.RI, 1993 : 1)

Patofisiologi

Terjadinya infeksi antara bakteri dan flora normal disaluran nafas. Infeksi oleh bakteri, virus dan jamur dapat merubah pola kolonisasi bakteri. Timbul mekanisme pertahanan pada jalan nafas seperti filtrasi udara inspirasi di rongga hidung, refleksi batuk, refleksi epiglottis, pembersihan mukosilier dan fagositosis. Karena menurunnya daya tahan tubuh penderita maka bakteri pathogen dapat melewati mekanisme sistem pertahanan tersebut Akibatnya terjadi invasi di daerah-daerah saluran pernafasan atas maupun bawah.

Bahaya Infeksi Saluran Pernafasan Akut

Salah satu bahaya atau akibat terburuk dari ISPA adalah kematian. Berdasarkan data-data dari Departemen Kesehatan maka angka kematian bayi di Indonesia adalah 90,3 per 1.000 kelahiran hidup berarti dari 1.000 bayi yang dilahirkan hidup lebih dari 90 orang di antaranya meninggal sebelum mencapai 1 tahun.
Angka kematian balita di Indonesia adalah 17,8 per 1.000 balita. Berarti dari 1.000 balita yang ada di Indonesia lebih dari 17 orang diantaranya akan meninggal sebelum usia 5 tahun oleh berbagai sebab. Menurut penelitian yang dilakukan tahun 1980, 22,1% sebab kematian bayi di Indonesia adalah akibat ISPA. Sedangkan data tahun 1983 menunjukkan bahwa hampir 40% kematian anak berumur 2 tahun sampai 12 bulan adalah disebabkan oleh ISPA

(DepKes.RI, 1985 : 8).

Sebab keparahan penyakit pada anak yang menderita ISPA adalah :

a. Pertolongan medis yang terlambat :
Banyak anak yang meninggal tidak lama setelah tiba di rumah sakit karena pada waktu itu keadaan mereka sudah payah baru dibawa oleh orang tuanya ke rumah sakit.

b. Kekurangan gizi :
Banyak penderita ISPA yang menderita kekurangan gizi.

c. Adanya penyakit lain :
Banyak anak yang disamping menderita ISPA juga menderita penyakit-penyakit lain pada waktu yang bersamaan.

Bahaya lain dari ISPA adalah terjadinya gangguan pernafasan masa dewasa jika pada usia anak-anak sering mendapat serangan ISPA.

a. Sumbatan pada saluran nafas di paru-paru sehingga sering menderita sesak nafas.

b. Serangan penyakit asma jika mempunyai bakat alergi.

Jelaslah bahwa disamping kematian, ISPA dapat pula berakibat gangguan pernafasan hingga orang tersebut tidak dapat bekerja keras dan bekerja berat, sehingga mungkin dapat menjadi beban masyarakat atau keluarganya.

Pembagian ISPA

a. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Bagian Atas

Adalah infeksi-infeksi yang terutama mengenai struktur-struktur saluran nafas disebelah atas laring. Kebanyakan penyakit saluran nafas mengenai bagian atas dan bawah secara bersama-sama atau berurutan, tetapi beberapa di antaranya melibatkan bagian-bagian spesifik saluran nafas secara nyata.
Yang tergolong Infeksi Saluran Nafas Akut (ISPA) bagian atas diantaranya adalah : Nasofaringitis akut (selesma), Faringitis Akut (termasuk Tonsilitis dan Faringotosilitis) dan rhinitis.

b. Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Bawah

Adalah infeksi-infeksi yang terutama mengenai struktur-struktur saluran nafas bagian bawah mulai dari laring sampai dengan alveoli. Penyakit-penyakit yang tergolong Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) bagian bawah : Laringitis, Asma Bronchial, Bronchitis akut maupun kronis, Broncho Pneumonia atau Pneumonia (suatu peradangan tidak saja pada jaringan paru tetapi juga pada bonkioli) (Pusdiknakes, 1993 : 105).

Dan menurut Pusdiknakes (1990 : 20) tentang perawatan bayi dan anak ISPA dibagi dalam tiga macam, yaitu :

a. Ringan
Bila timbul batuk tidak mengganggu tidur, dahak encer, tidak ada anoreksia, panas tidak begitu tinggi, misalnya rhinitis, rhinofaringitis.

b. Sedang
Dahak kental, ingus kental, panas tinggi (38oC), anoreksia, sesak, sakit saat menelan, misalnya tonsilofaringitis, laringo traceobronchitis.

c. Berat
Panas tinggi disertai nafas ngorok, stridor, kadang-kadang disertai penurunan kesadaran, misalnya pada pneumonia.

Pengobatan dan Perawatan ISPA Ringan

Pengobatan dan perawatan penderita ISPA ringan dilakukan di rumah. Jika anak menderita ISPA ringan maka yang harus dilakukan adalah hal-hal sebagai berikut (DepKes.RI, 1985 : 6 dan 7) :

a. Demam

1) Bila demam dilakukan kompres.

Cara mengompres adalah sebagai berikut :

ü Ambillah secarik kain yang bersih (saputangan atau handuk kecil).

ü Basahi atau rendam kain tersebut dalam air dingin yang bersih atau rendam kain tersebut dalam air dingin yang bersih atau air es, kemudian peras.

ü Letakkan kain di atas kepada atau dahi anak tapi jangan menutupi muka.

ü Jika kain sudah tidak dingin lagi basahi lagi dengan air, kemudian peras lalu letakkan lagi di atas dahi anak.

ü Demikian seterusnya sampai demam berkurang.

2) Berikan obat penurun panas dari golongan parasetamol.

b. Pilek

Jika anak tersumbat hidungnya oleh ingus maka usahakanlah membersihkan hidung yang tersumbat tersebut agar anak dapat bernafas dengan lancar. Membersihkan ingus harus hati-hati agar tidak melukai hidung.

c. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan

§ Suruhlah anak beristirahat atau barbaring di tempat tidur.

§ Berikan cukup minum tapi jangan berikan air es atau minuman yang mengandung es. Dapat diberikan teh manis, air buah atau pada bayi dapat diberikan air susu ibu.

§ Berikan makanan yang cukup dan bergizi.

§ Anak jangan dibiarkan terkena hawa dingin atau hawa panas. Pakaian yang ringan hendaknya dikenakan pada anak tersebut.

§ Hindarkanlah orang merokok dekat anak yang sakit dan hindarkan asap dapur atau asap lainnya mengenai anak yang sakit.

§ Perhatikan apakah ada tanda-tanda ISPA sedang atau ISPA berat yang memerlukan bantuan khusus petugas kesehatan.

Pencegahan ISPA

a. Mengusahakan agar anak mempunyai gizi yang baik
b. Mengusahakan kekebalan anak dengan imunisasi
c. Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
d. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA
e. Pengobatan segera

Syok Anafilaksis … waspadailah kawan …

Apakah Syok ..??? Bagaimana itu terjadi ?? …. kita simak makalah nya …!!!

Reaksi syok anafilaksis adalah terjadinya reaksi renjatan (syok) yang

memerlukan tindakan emergency karena bisa terjadi keadaan yang gawat
bahkan bisa menimbulkan kematian. Kalangan awam menerjemahkan
keracunan, padahal sesungguhnya adalah resiko dari tindakan medis atau
penyebab lain yang disebabkan faktor imunologi. Perlu diingat bahwa
reaksi alergi tidak semata ditentukan oleh jumlah alergen, namun pada
kenyataannya setiap pemberian obat tertentu (umumnya antibiotika secara
parenteral) dilakukan test kulit untuk melihat ada tidaknya reaksi
alergi. Apakah tindakan ini hanya bersifat psikologis? Perlu kajian
mendalam dari kalangan medis dan publikasi kepada publik tentang reaksi
alergi agar tidak diterjemahkan sebagai “mal praktek“.

Dikatakan “medical error” apabila nyata-nyata
seseorang yang mempunyai riwayat alergi obat tertentu tetapi masih
diberikan obat sejenis. Karena itu penting untuk memberikan penjelasan
dan cacatan kepada penderita yang mempunyai riwayat alergi, agar tidak
terjadi reaksi syok anafilaksis.
Berikut ini adalah penyebab, reaksi tubuh, derajat dan penatalaksanaan reaksi syok anafilaksis.

Penyebab:

  • Obat-obatan:

    1. Protein: Serum heterolog, vaksin,ektrak alergen
    2. Non Protein: Antibiotika,sulfonamid, anestesi lokal, salisilat.
  • Makanan: Kacang-kacangan, mangga, jeruk, tomat, wijen, ikan laut, putih telor, susu, coklat, zat pengawet.
  • Lain-lain: Olah raga, berlari, sengatan (tawon, semut)

Reaksi Tubuh:

  • Lokal: Urtikaria, angio-edema
  • Sistemik:
    1. Kulit/mukosa: konjungtivitis,rash,urtikaria
    2. Saluran napas: edema laring, spasme bronkus
    3. Kardiovaskuler: aritmia
    4. Saluran cerna: mual, muntah, nyeri perut, diare

Derajat Alergi:

Ringan:
Rasa tidak enak, rasa penuh di mulut, hidung tersumbat, edema pre-orbita, kulit gatal, mata berair.

Sedang:
Seperti di atas, ditambah bronkospasme

Berat (syok):

  • Gelisah, kesadaran menurun
  • Pucat, keringat banyak, acral dingin
  • Jantung berdebar, nyeri dada, takikardi, takipneu
  • Tekanan darah menurun, oliguri

Penatalaksanaan Reaksi Alergi:

Ringan:
Stop alergen, beri Antihistamin

Sedang:

  • Seperti di atas di tambah: aminofilin atau inj. Adrenalin 1/1000
    0,3 ml sc/im, dapat diulang tiap 10-15 menit sampai sembuh, maksimal 3
    kali.
  • Amankan jalan nafas, Oksigenasi.

Berat:

  • Seperti sedang ditambah: posisi terlentang, kaki di atas
  • Infus NaCl 0,9% / D5%
  • Hidrokortison 100 mg atau deksametason iv tiap 8 jam
  • Bila gagal: beri difenhidramin HCl 60-80 mg iv secara pelan > 3 menit
  • Jika alergen adalah suntikan, pasang manset di atas bekas suntikan
    (dilepas tiap 10-15 menit) dan beri adrenalin 0,1-0,5 ml im pada bekas
    suntikan
  • Awasi tensi, nadi, suhu tiap 30 menit
  • Setelah semua upaya dilakukan, jika dalam 1 jam tidak ada perbaikan rujuk ke RSUD

Sekarang kamu tahu akan sesuatu ??? maka berbuatlah sesuatu kawan ….

Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)

Pada saat saya bekerja di Klinik, ada pasien dengan gejala mungkin mirip dengan TB. Ia mengeluh batuk, sesak, pegal-pegal, nyeri dada. Pas di konsulin ke Spesialis Paru ternyata PPOM, berikut saya sampaikan makalah ringan untuk ada
DEFINISI
Penyakit Paru Obstruktif Menahun /PPOM (Chronic Obstructive Pulmonary Disease/COPD) adalah suatu penyumbatan menetap pada saluran pernafasan yang disebabkan olehemfisema atau bronkitis kronis.

PPOM lebih sering menyerang laki-laki dan sering berakibat fatal.
PPOM juga lebih sering terjadi pada suatu keluarga, sehingga diduga ada faktor yang dirurunkan.

Bekerja di lingkungan yang tercemar oleh asap kimia atau debu yang tidak berbahaya, bisa meningkatkan resiko terjadinya PPOM. Tetapi kebiasaan merokok pengaruhnya lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan seseorang, dimana sekitar 10-15% perokok menderita PPOM.

Angka kematian karena emfisema dan bronkitis kronis pada perokok sigaret lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian karena PPOM pada bukan perokok.
Sejalan dengan pertambahan usia, perokok sigaret akan mengalami penurunan fungsi paru-paru yang lebih cepat daripada bukan perokok. Semakin banyak sigaret yang dihisap, semakin besar kemungkinan terjadinya penurunan fungsi paru-paru.

PENYEBAB
Ada 2 (dua) penyebab dari penyumbatan aliran udara pada penyakit ini, yaitu emfisema dan bronkitis kronis.

Emfisema adalah suatu pelebaran kantung udara kecil (alveoli) di paru-paru, yang disertai dengan kerusakan pada dindingnya.
Dalam keadaan normal, sekumpulan alveoli yang berhubungan ke saluran nafas kecil (bronkioli), membentuk struktur yang kuat dan menjaga saluran pernafasan tetap terbuka. Pada emfisema, dinding alveoli mengalami kerusakan, sehingga bronkioli kehilangan struktur penyangganya. Dengan demikian, pada saat udara dikeluarkan, bronkioli akan mengkerut. Struktur saluran udara menyempit dan sifatnya menetap.

Bronkitis kronis adalah batuk menahun yang menetap, yang disertai dengan pembentukan dahak dan bukan merupakan akibat dari penyebab yang secara medis diketahui (misalnya kanker paru-paru). Pada saluran udara kecil terjadi pembentukan jaringan parut, pembengkakan lapisan, penyumbatan parsial oleh lendir dan kejang pada otot polosnya. Penyempitan ini bersifat sementara.

Adanya bahan-bahan iritan menyebabkan peradangan pada alveoli. Jika suatu peradangan berlangsung lama, bisa terjadi kerusakan yang menetap.
Pada alveoli yang meradang, akan terkumpul sel-sel darah putih yang akan menghasilkan enzim-enzim (terutama neutrofil elastase), yang akan merusak jaringan penghubung di dalam dinding alveoli.
Merokok akan mengakibatkan kerusakan lebih lanjut pada pertahanan paru-paru, yaitu dengan cara merusak sel-sel seperti rambut (silia) yang secara normal membawa lendir ke mulut dan membantu mengeluarkan bahan-bahan beracun.

Tubuh menghasilkan protein alfa-1-antitripsin, yang memegang peranan penting dalam mencegah kerusakan alveoli oleh neutrofil estalase.
Ada suatu penyakit keturunan yang sangat jarang terjadi, dimana seseorang tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit alfa-1-antitripsin, sehingga emfisema terjadi pada awal usia pertengahan (terutama pada perokok).

GEJALA
Gejala-gejala awal dari PPOM, yang bisa muncul setelah 5-10 tahun merokok, adalah batuk dan adanya lendir.
Batuk biasanya ringan dan sering disalah-artikan sebagai batuk normal perokok, walaupun sebetulnya tidak normal.

Sering terjadi nyeri kepala dan pilek. Selama pilek, dahak menjadi kuning atau hijau karena adanya nanah.
Lama-lama gejala tersebut akan semakin sering dirasakan. Bisa juga disertai mengi/bengek.

Pada umur sekitar 60 tahun, sering timbul sesak nafas waktu bekerja dan bertambah parah secara perlahan. Akhirnya sesak nafas akan dirasakan pada saat melakukan kegiatan rutin sehari-hari, seperti di kamar mandi, mencuci baju, berpakaian dan menyiapkan makanan.
Sepertiga penderita mengalami penurunan berat badan, karena setelah selesai makan mereka sering mengalami sesak yang berat sehingga penderita menjadi malas makan.

Pembengkakan pada kaki sering terjadi karena adanya gagal jantung.
Pada stadium akhir dari penyakit, sesak nafas yang berat timbul bahkan pada saat istirahat, yang merupakan petunjuk adanya kegagalan pernafasan akut.

DIAGNOSA
Pada PPOM yang ringan, mungkin tidak ditemukan kelainan selama pemeriksaan fisik, kecuali terdengarnya beberapa mengi pada pemeriksaan dengan menggunakan <>I>stetoskop. Suara pernafasan pada stetoskop juga terdengar lebih keras.
Biasanya foto dada juga normal.

Untuk menunjukkan adanya sumbatan aliran udara dan untuk menegakkan diagnosis, dilakukan pengukuran volume penghembusan nafas dalam 1 detik dengan menggunakanspirometri.
Pada penderita PPOM akan terjadi penurunan aliran udara selama penghembusan nafas.

Jika PPOM terjadi pada usia muda, dicurigai adanya kekurangan alfa-1-antitripsin, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar afa-1-antitripsin dalam darah.

Spirometri

PENGOBATAN
Karena merokok sigaret merupakan penyebab paling penting dari PPOM, maka pengobatan utama adalah berhenti merokok. Menghentikan kebiasaan merokok pada saat penyumbatan airan udara masih ringan atau sedang, akan memperlambat timbulnya sesak nafas. Tetapi, berhenti merokok pada stadium manapun dari penyakit ini, pasti akan memberikan banyak keuntungan.
Penderita juga harus mencoba untuk menghindari pemaparan terhadap bahan iritan lainnnya di udara.

Unsur-unsur dari penyumbatan aliran udara yang bisa diperbaiki adalah kejang otot, peradangan dan peningkatan jumlah lendir. Perbaikan dari unsur-unsur tersebut akan mengurangi gejala-gejala.
Kejang otot bisa dikurangi dengan memberikan bronkodilator, termasuk agonis reseptor beta-adrenergik (albuterol inhaler) dan theophylline per-oral (melalui mulut) yang diserap lambat.
Peradangan bisa dikurangi dengan memberikan corticosteroid, tetapi hanya 20% penderita yang memberikan respon terhadap corticosteroid.
Tidak ada pengobatan terpercaya yang dapat mengurangi kekentalan lendir sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk. Tetapi menghindari dehidrasi bisa mencegah pengentalan lendir. Minum cairan yang cukup untuk menjaga air kemih tetap encer dan bening. Pada PPOM yang berat, terapi pernafasan bisa membantu menghilangkan lendir di dada.

Terapi oksigen jangka panjang akan memperpanjang hidup penderita PPOM yang berat dan penderita dengan kadar oksigen darah yang sangat rendah.
Oksigen diberikan 12 jam/hari. Hal ini akan mengurangi kelebihan sel darah merah yang disebabkan menurunnya kadar oksigen dalam darah, memperbaiki fungsi mental dan memperbaiki gagal jantung akibat PPOM.
Terapi oksigen juga bisa memperbaiki sesak nafas selama beraktivitas.

Program latihan bisa dilakukan di rumah. Program ini bisa meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian penderita, menurunkan frekuensi dan lamanya perawatan di rumah sakit dan meningkatkan kemampuan berlatih meskipun fungsi paru-parunya belum pulih sempurna.
Untuk melatih kaki bisa dilakukan latihan sepeda statis, naik-turun tangga dan berjalan.
Untuk melatih lengan bisa dilakukan latihan angkat beban.

Untuk penderita dengan kekurangan alfa-1-antitripsin yang berat, bisa diberikan protein pengganti melalui pemberian protein melalui infus setiap minggu.
Pencangkokan paru-paru bisa dilakukan pada penderita dibawah usia 50 tahun.

Pada penderita dengan emfisema yang berat, bisa dilakukan pembedahan yang disebutoperasi reduksi volume paru-paru. Prosedurnya rumit dan penderita harus berhenti merokok setidaknya 6 bulan sebelum pembedahan dan menjalani program latihan intensif.
Pembedahan akan memperbaiki fungsi paru-paru dan kemampuan berlatih.

PROGNOSIS

30% penderita PPOM dengan sumbatan yang berat akan meninggal dalam waktu 1 tahun, dan 95% meninggal dalam waktu 10 tahun.
Kematian bisa disebabkan oleh kegagalan pernafasan, pneumonia, pneumotoraks (masuknya udara ke dalam rongga paru), aritmia jantung atau emboli paru (penyumbatan arteri yang menuju ke paru-paru).
Penderita PPOM juga memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya kanker paru.

PENCEGAHAN
Jika penderita mengalami influenza atau pneumonia, PPOM akan semakin memburuk dengan jelas. Karena itu, penderita PPOM harus mendapatkan vaksinasi influenza setiap tahun dan vaksinasi pneumokokus setiap 6 tahun atau lebih.

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

Badan panas, makan kurang, lemas, rewel …….. itu hanya sebagian gejala yang dialami oleh anakku sofia ….. sedih rasanya.

Mama nya juga sempet panik musti di gimanain nih ?

Terang saja aku nanya ke dr …. yang katanya cuman panas akibat adanya peradangan …… nanti juga kalau radangnya sembuh, panasnya turun sendiri.

Tetapi setelah hari ke 2-3 harinya muncul benjolan dibawah dagu diatas leher ……… panasnya mulai sedikit turun.

Mungkinkah ini penyakit Gondongan ? ……. dari referensi yang aku baca emang ada kemiripan antara penyakit gondongan dan gejala yang dialami sama anakku

Berikut petikan tentang penyakit gondongan

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu penyakit menular dimana sesorang terinfeksi oleh virus (Paramyxovirus) yang menyerang kelenjar ludah (kelenjar parotis) di antara telinga dan rahang sehingga menyebabkan pembengkakan pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah.

Penyakit gondongan tersebar di seluruh dunia dan dapat timbul secara endemic atau epidemik, Gangguan ini cenderung menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya.

Adapun mereka yang beresiko besar untuk menderita atau tertular penyakit ini adalah mereka yang menggunakan atau mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk menekan hormon kelenjar tiroid dan mereka yang kekurangan zat Iodium dalam tubuh.

  • Penularan Penyakit Gondongan
  • Penyakit Gondong (Mumps atau Parotitis) penyebaran virus dapat ditularkan melalui kontak langsung, percikan ludah, bahan muntah, mungkin dengan urin. Virus dapat ditemukan dalam urin dari hari pertama sampai hari keempat belas setelah terjadi pembesaran kelenjar.

    Penyakit gondongan sangat jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun, hal tersebut karena umumnya mereka masih memiliki atau dilindungi oleh anti bodi yang baik. Seseorang yang pernah menderita penyakit gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Gondongan
  • Tidak semua orang yang terinfeksi oleh virus Paramyxovirus mengalami keluhan, bahkan sekitar 30-40% penderita tidak menunjukkan tanda-tanda sakit (subclinical). Namun demikian mereka sama dengan penderita lainnya yang mengalami keluhan, yaitu dapat menjadi sumber penularan penyakit tersebut.

    Masa tunas (masa inkubasi) penyakit Gondong sekitar 12-24 hari dengan rata-rata 17-18 hari. Adapun tanda dan gejala yang timbul setelah terinfeksi dan berkembangnya masa tunas dapat digambarkan sebagai berikut :

    1. Pada tahap awal (1-2 hari) penderita Gondong mengalami gejala: demam (suhu badan 38.5 – 40 derajat celcius), sakit kepala, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, nyeri rahang bagian belakang saat mengunyah dan adakalanya disertai kaku rahang (sulit membuka mulut).
    2. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar di bawah telinga (parotis) yang diawali dengan pembengkakan salah satu sisi kelenjar kemudian kedua kelenjar mengalami pembengkakan.
    3. Pembengkakan biasanya berlangsung sekitar 3 hari kemudian berangsur mengempis.
    4. Kadang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah rahang (submandibula) dan kelenjar di bawah lidah (sublingual). Pada pria akil balik adalanya terjadi pembengkakan buah zakar (testis) karena penyebaran melalui aliran darah.
  • Diagnosis Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)
  • Diagnosis ditegakkan bila jelas ada gejala infeksi parotitis epidemika pada pemeirksaan fisis, termasuk keterangan adanya kontak dengan penderita penyakit gondong (Mumps atau Parotitis) 2-3 minggu sebelumnya. Selain itu adalah dengan tindakan pemeriksaan hasil laboratorium air kencing (urin) dan darah.

  • Pemeriksaan Laboratorium
  • Disamping leucopenia dengan limfosiotsis relative, didapatkan pula kenaikan kadar amylase dengan serum yang mencapai puncaknya setelah satu minggu dan kemudian menjadi normal kembali dalam dua minggu.

    Jika penderita tidak menampakkan pembengkakan kelenjar dibawah telinga, namun tanda dan gejala lainnya mengarah ke penyakit gondongan sehingga meragukan diagnosa. Dokter akan memberikan order untuk dilakukannya pemeriksaan lebih lanjut seperti serum darah. Sekurang-kurang ada 3 uji serum (serologic) untuk membuktikan spesifik mumps antibodies: Complement fixation antibodies (CF), Hemagglutination inhibitor antibodies (HI), Virus neutralizing antibodies (NT).

  • Komplikasi Akibat Penyakit Gondongan
  • Hampir semua anak yang menderita gondongan akan pulih total tanpa penyulit, tetapi kadang gejalanya kembali memburuk setelah sekitar 2 minggu. Keadaan seperti ini dapat menimbulkan komplikasi, dimana virus dapat menyerang organ selain kelenjar liur. Hal tersebut mungkin terjadi terutama jika infeksi terjadi setelah masa pubertas.

    Dibawah ini komplikasi yang dapat terjadi akibat penanganan atau pengobatan yang kurang dini :

    1. Orkitis ; peradangan pada salah satu atau kedua testis. Setelah sembuh, testis yang terkena mungkin akan menciut. Jarang terjadi kerusakan testis yang permanen sehingga terjadi kemandulan.
    2. Ovoritis : peradangan pada salah satu atau kedua indung telus. Timbul nyeri perut yang ringan dan jarang menyebabkan kemandulan.
    3. Ensefalitis atau meningitis : peradangan otak atau selaput otak. Gejalanya berupa sakit kepala, kaku kuduk, mengantuk, koma atau kejang. 5-10% penderita mengalami meningitis dan kebanyakan akan sembuh total. 1 diantara 400-6.000 penderita yang mengalami enserfalitis cenderung mengalami kerusakan otak atau saraf yang permanen, seperti ketulian atau kelumpuhan otot wajah.
    4. Pankreatitis : peradangan pankreas, bisa terjadi pada akhir minggu pertama. Penderita merasakan mual dan muntah disertai nyeri perut. Gejala ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu dan penderita akan sembuh total.
    5. Peradangan ginjal bisa menyebabkan penderita mengeluarkan air kemih yang kental dalam jumlah yang banyak
    6. Peradangan sendi bisa menyebabkan nyeri pada satu atau beberapa sendi.
  • Pengobatan Penyakit Gondongan
  • Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar (parotis) membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri (antipiretik dan analgesik) misalnya Parasetamol dan sejenisnya, Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak karena memiliki resiko terjadinya sindroma Reye (Pengaruh aspirin pada anak-anak).

    Pada penderita yang mengalami pembengkakan testis, sebaiknya penderita menjalani istirahat tirah baring ditempat tidur. Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres Es pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus apada organ pancreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus.

    Pemberian kortikosteroid selama 2-4 hari dan 20 ml convalescent gammaglobulin diperkirakan dapat mencegah terjadinya orkitis. Terhadap virus itu sendiri tidak dapat dipengaruhi oleh anti mikroba, sehingga Pengobatan hanya berorientasi untuk menghilangkan gejala sampai penderita kembali baik dengan sendirinya.

    Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam “self limiting disease” (penyakit yg sembuh sendiri tanpa diobati). Penderita penyakit gondongan sebaiknya menghindarkan makanan atau minuman yang sifatnya asam supaya nyeri tidak bertambah parah, diberikan diet makanan cair dan lunak.

    Jika pada jaman dahulu penderita gondongan diberikan blau (warna biru untuk mencuci pakaian), sebenarnya itu secara klinis tidak ada hubungannya. Kemungkinan besar hanya agar anak yang terkena penyakit Gondongan ini malu jika main keluar dengan wajah belepotan blau, sehingga harapannya anak tersebut istirahat dirumah yang cukup untuk membantu proses kesembuhan.

  • Pencegahan Penyakit Gondongan (Mumps/Parotitis)
  • Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masa kanak-kanak, yaitu imunisasi MMR (mumps, morbili, rubela) yang diberikan melalui injeksi pada usia 15 bulan.

    Imunisasi MMR dapat juga diberikan kepada remaja dan orang dewasa yang belum menderita Gondong. Pemberian imunisasi ini tidak menimbulkan efek apanas atau gejala lainnya. Cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar Iodium, dapat mengurangi resiko terkena serangan penyakit gondongan.



    Yang terkena biasanya adalah kelenjar parotis, yaitu kelenjar ludah yang terletak diantara telinga dan rahang. Pada orang dewasa, infeksi ini bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara dan organ lainnya, Masa inkubasi adalah 14-24 hari.

    Pengobatan:
    Pengobatan pasien gondongan sebenarnya tidak begitu spesifik seperti halnya infeksi virus yang lain. Pengobatan hanya untuk menghilangkan gejala. Diharapkan penyakit ini akan sembuh sendiri selama 3 sampai 4 hari.

    Ada beberapa tanaman obat yang biasa digunakan untuk mengurangi demam dan mempercepat penyembuhan penyakit gondongan antara lain :

    1 Tapak Dara,
    Catharantus roseus (L.) G. Don. Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara(Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda);
    Ramuan : Bahan: 1 genggam daun tapakdara, ditumbuk halus lalu ditempelkan pada gondongan.

    2 Daun duduk,
    Desmodium triquetrum [L.] D.C. Genteng cangkeng, ki congcorang, potong kujang,; cen-cen (Sunda), ), daun duduk, sosor bebek, gulu walang,; Gerji,cocor bebek (Jawa). daun duduk (Sumatera); Three-flowered desmodium (Inggris).;

    3 Padi ,
    Oryza Sativa L Pare, pantun, pari, padi (Jawa). pade, rom, r. pedeh, page,; eme, ome, banih, padi, pai, pari, pagri (Sumatera). wanat, ; fasa, alai, ara, fala, hala, ala hutu, ala utu, ala utut, hala,; alac tuwa, pinge, pinye, samasi, bira (Maluku). ame, eme,; pai, pae, bai, ase (Sulawesi). Pare, kekai, parei, bani, ; Parai, parei, pari (Kalimantan). padi, pantu, pantun, pade,; pare, fare, pari, pane, pare ui, hade aik, ale (N.Tenggara).; Reis (Jerman), riz (Perancis), riyst (Belanda), rice (Inggris).;

    4 Jarong,
    Achyranthes aspera Linn. Jarongan, jarong lalaki, daun sangketan, nyarang (jawa).; Sui in sui, sangko hidung (Sulawesi), ; Rai rai, dodinga (Maluku).; Dao kou cao (China).;

    5 Rumput Mutiara,
    Hedyotis corymbosa (L.] Lamk. Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia); Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta); Katepan, urek-urek polo (Jawa), Pengka (Makasar); Shui xian cao (China).;

    6 Belimbing wuluh,
    Averrhoa bilimbi L. Limeng, selimeng, thlimeng (Aceh), selemeng (Gayo),; Asom, belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias),; balimbieng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu),; Balimbing (Lampung). calincing, balingbing (Sunda),; Balimbing wuluh (Jawa), bhalingbhing bulu (Madura).; Blingbing buloh (Bali), limbi (Bima), balimbeng (Flores),; Libi (Sawu), belerang (Sangi).;

    7 Kembang Sore,
    Abutilon indicum (L.) Sweet Cemplok (Jawa), Barulau, belalang sumpa (Palembang); Jeuleupa (Aceh), Kembang sore kecil (Maluku),; Gandera ma cupa (Ternate);

    Bagaimana kawan ???? …….. adakah kemiripan antara gejala nya ……  seiringnya waktu aku terus mencoba mengobati anakku dulu

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.