Obat Dan Khasiatnya ………..

AMPISILLIN Kandungan
Ampisillin trihidrat setara dengan ampisillin anhidrat 250 mg/kapsul,125 mg/5 ml sirup kering, 500 mg/kaplet.

Indikasi
Infeksi yang disebabkan oleh Gram Positif atau Gram Negative yang peka terhadap ampisillin. Infeksi saluran pernafasan seperti bronkopneumonia,otitis media. Infeksi saluran kemih seperti pielonefritis akut,kronik,sistitis,gonore yang tidak terkomplikasi. Infeksi alat kelamin wanita,seperi aborsiseptis,adniksitis,endometritis,parametritis,pelviperitonitis,demam puerperal. Infeksi saluran pencernaan seperi shigellosis,salmonellosis.

KontraIndikasi
Hipersensitivitas,pasien dengan riwayat allergie dengan penicillin

Efek Samping
Reaksi kepekaan seperti erythematosus, maculopopullar rashes, urtikaria serum sickness. Gastro intestinal, glositis, stomatitis, mual, muntah, diare, pseudomembran colitis. Sistem hematopoetikk dan limfotik, anemia, thrombositopenia, eosinofellia, leukofenia, dan agranulositosi.

Dosis
Dewasa dan anak-anak dengan berat badan e” 20 kg : 3-4 kali 250-500 mg per hari. Anak-anak dengan berat badan d” 20 kg : 50-100 mg /kg BB dibagi dalam 4 dosis setiap 6 jam. Dosis tinggi diberikan untuk infeksi yang lebih berat. Infeksi gonore yang terkomplikasi 3,5 mg Ampisillin + 1 gr probenesid sebagai dosis tunggal. Diminum 1 jam sebelum makan.

AMINOPHYLLINUM
Kandungan Teofilin etilendiamin 24 mg.
Indikasi Asthma bronkhial dan asthma kardial, kejang koroner, depresi pernapasan
KontraIndikasi Hipersensitif
Efek Samping Mual, muntah, diare, sakit kepala, insomia, palpitasi, takikardia, aritmia ventikuler, rash, hiperglikemia.
Dosis Dewasa 3xsehari 1-2 kaplet; anak 6-12 tahun, 2-3x sehari ½ – 1 kaplet,
Sediaan Dos 24 ampul 10 m
BIOCEF
Kandungan Sefotaksim 1 g.
Indikasi Infeksi berat bakteri yang sensitif pada infeksi saluran nafas bawah, kulit dan jaringan lunak, genitourinaria, bakteriemia, sepsis, saluran cerna, tulang dan sendi, meningitis.
KontraIndikasi hipersensitif golongan sefalosporin.
Efek Samping Reaksi alergi pada kulit seperti urtikaria,
Dosis dosis lazim : Dewasa dan anak-anak > 12 Th,1 g tiap 12 jam IM atau IV ; profilalsis infeksi perioperasi,1-2 g,30-60 sebelum operasi ;gonore, 1 g dosis tunggal IM ; Infeksi tidak terkomplikasi, 1 g tiap 12 jam IM atau IV ; Infeksi sedang sampai berat, 1-2 g tiap 8 jam IM atau IV ; Infeksi membutuhkan dosis tinggi, 2 g tiap 6-8 Jam IV ; Infeksi mengancam jiwa, 2 g tiap 4 jam IV; bayi dan anak < 12 th, 50-100 mg/kg/BB/hari dalam 2-4 dosis bagi.
Sediaan Dos i vial 1 g + 4 ml pelarut
BIOTHICOL
Kandungan Tiamfenikol 250 mg; 500 mg/kapsul; 125 mg/ 5 ml sirup kering.
Indikasi Tifus, Paratifus, Samonella, H. Influenza, ricketsia,klamidia dari golongan Lymphogranuloma psitacosis, bakteri gram negative menyebabkan bakteriemia meningitis dan infeksi berat lainnya.
KontraIndikasi Hipersensitive, gangguan faal hati dan ginjal berat.
Efek Samping Diskrasia darah, gangguan gastro intestinal, sindrom abu-abu pada bayi prematur dan baru lahir.
Dosis Dewasa, anak dan bayi diatas 2 minggu: 50 mg/kg BB/ hari, terbagi dalam 3-4 dosis; bayi kurang dari 2 minggu dan bayi prematur, 25 mg/ kg BB/ hari dalam 4 dosis

bagi.

Sediaan Dos : 10×10 kapsul 250 mg
CEFOTAXIME
Kandungan Sefotaxime 500 mg; 1 g
Indikasi Infeksi saluran nafas bawah,saluran kemih, ginekologi, kulit, tulang dan rawan sendi, saluran pencernaan, dan susunan syaraf pusat. Bakterimia dan septikemi
KontraIndikasi Hipersensitif
Efek Samping Hipersensitif, saluran cerna.
Dosis Dewasa dan anak > 12 Th 1-2 g/hari, maksimal 2 g/hari. Anak 1 bulan – 12 Tahun 50-100 mg/kg BB/hari dalam 4-6 dosis terbagi. Bayi dan bayi prematur 1-4 minggu 50 mg/ kg BB/ hari IV setiap 12 jam.
Sediaan Vial 500 mg, 2×10 ml.
CEFTAZIDIME
Kandungan Seftazidim pentahidrat 1 g
Indikasi Septikemia, bakterimia, meningitis, pneumonia, pleuritis. Infeksi saluran nafas bawah. Infeksi pada pasien yang mengkonsumsi imunosupresan
KontraIndikasi Hipersensitif terhadap sefalosforin. Hipersensitif penisilin, Gangguan ginjal.
Efek Samping Gangguan gastrointestinal,efek susunan saraf pusat, flebitis, atau tromboflebitis pada tempat injeksi. Nyeri atau implamasi setelah injeksi IM. Sangat jarang reaksi hipersensitif. Perubahan hematologi sementara. IO: Pemakaian bersama obat nefrotoksik.
Dosis Dewasa 1-6 g/ hari IV atau IM. Anak > 2 bln 30-100 mg/kg BB/hari. Bayi , 2 bln 25-60 mg/kg/BB hari pemberian dalam 2-3 dosis terbagi.
Sediaan Vial 1g 2×10 ml
COLSANCETINE
Kandungan Kloramfenikol 250 mg/ kapsul ; 125 mg/ 5 ml sirup kering; 1 g/ vial injeksi
Indikasi Demam tifoid, batuk kering, bruselosis, rickettsiosis, pneumonia, bronkhopneumonia, infeksi pada saluran kencing dan infeksi organisme yang sensitif.
KontraIndikasi Hipersensitif, gangguan fungsi ginjal dan hati.
Efek Samping Reaksi hipersensitif, gangguan gastrointestinal, sindrom abu-abu, diskrasia darah.
Dosis 1-2 kapsul 3-4x sehari. Sirup: Bayi, ½ sendok teh 3x sehari; anak 1-5 th, 1 sendok teh 3-4x sehari; 6-15 th, 2 sendok teh 3-4x sehari. Dewasa : 3 sendok tah 3-6x sehari. Injeksi : Anak-anak dan bayi > 2 minggu; 50 mg/kg BB/ hari dalam 4 dosis dengan interval 6 jam; bayi baru lahir, 25 mg/kg BB/hari dalam 4 dosis dengan interval 6 jam
Sediaan Dos 10×10 kapsul.
DEXA- M
Kandungan Deksametason 0,75 mg; 0,5 mg/ tablet; 4 mg/ml injeksi.
Indikasi Pengobatan keadaan allergi dan inflamasi reumatoid artritis, asma bronkhial,dermatitis, urtikaria, dan gejala allergi lain
KontraIndikasi Ulkus peptikum, osteoporosis, psikosis.
Efek Samping Jangka panjang : tukak lambung, hipoglikemia, atropi kulit, lemah otot, mens tidak teratur, sakit kepala.
Dosis 2-4x sehari 1 tablet.
Sediaan Dos 25×10 tablet 0,5 mg.
DEPAKENE
Kandungan Asam Valproat 250 mg/ 5 ml sirup
Indikasi Antikonvulsan
KontraIndikasi Gangguan fungsis hati, hipersensitif,
Efek Samping Mual, muntah, gangguan pencernaan, diare, kram perut, konstipasi, anoreksia, sedasi, pusing, nistagmus, ruam kulit, eritema
Dosis Atas instruksi dr.
Sediaan Botol 120 ml sirup
FARSIX
Kandungan Furosemide 10 mg/ml injeksi; 40 mg.
Indikasi Edema,hipertensi ringan sedang
KontraIndikasi Gangguan funsi ginjal, hematologi,SSP serta kulit
Efek Samping Gangguan sistem saraf pusat, gangguan hematologi, gangguan saluran cerna, reaksi dermatologik.
Dosis Awal : 20-40 mg ( 1-2 ampul ) secara IV atau IM, jika tidak memuaskan dosis dapat di tambah secara bertahap setiap 2 jam masing-masing 20 mg ( 2 ampul ) di berikan secara IV, jika kondisi pasisn membutuhkan dapat di berikan dosis berikutnya 20-40 mg disuntikan sesudah 20 menit; penggunaan secara parentral diindikasikan jika absorbsi pada pemberian or al kurang atau jika diinginkan efek kerja yang cepat.
Sediaan Dos 5 ampul 2 ml. 100 tablet 40 mg.
GENTAMERCK
Kandungan Gentamisin sulfat setara gentamisin 80 mg/ 2 ml injeksi.
Indikasi Antibiotikum spektrum luas dengan aktivitas khas terhadap bakteri gram negative
KontraIndikasi hipersensitif
Efek Samping Telinga mendengung, vertigo, tinitus, kehilangan pendengaran, pusing.
Dosis Menurut keadaan penderita. IM/ IV
Sediaan Dos 6 ampul.

Baru sepuluh eh sebelas yang saya sajikan untuk anda, bilamana ada nama produsen yang kiranya dianggap komersil, bukan suatu yang disengaja ….. akan tetapi lebih condong kepada memberikan suatu keingin tahuan akan obat dan khasiatnya …..

Sayaa tunggu request dari anda yang mo tahu lebih lanjut dari obat lainnya …..

Prosedur tindakan Skin Test

URAIAN UMUM

Skin test adalah melakukan test antibiotik melalui sub cutan untuk mengetahui ketahanan terhadap salah satu jenis antibiotik

A. PERSIAPAN

a. Persiapan Alat

i. Spuit 1 cc dan jarum seteril dalam tempatnya

ii. Obat-obatan yang diperlukan

iii. Kapas alkohol dalam tempatnya

iv. Gergaji ampul

v. NaCl 0,9 % /aquadest

vi. Bengkok, ball point/ spidol

b. Persiapan Klien

i. Pasien diberi penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan

B. PELAKSANAAN

1. Perawat cuci tangan

2. Menggulung lengan baju pasien bila perlu

3. Mengisi spuit dengan obat yang akan ditest sejumlah 0,1 cc dilarutkan dengan NaCl 0,9 atau aquadest menjadi 1 cc

4. Mendesinfeksi kulit yang akan di suntik dengan menggunakan kapas alkohol kemudian diregangkan dengan tangan kiri perawat

5. Menyuntikan obat sampai permukaan kulit menjadi gembung dengan cara lubang jarum menghadap ke atas dan membuat sudut antara 15 – 30 derajat dengan permukaan kulit

6. Beri tanda pada area suntikan

7. Menilai reaksi obat setelah 10-15 menit dari waktu penyuntikan, hasil (+) bila terdapat tanda kemerahan pada daerah penusukan dengan diameter minimal 1 cm, hasil (-) bila tidak terdapat tanda tersebut diatas

8. Perawat cuci tangan

C. EVALUASI

Mencatat tindakan dan hasil skin test pada dokumen perawatan

Prosedur Menyiapkan Injeksi dari Vial / Flacon

URAIAN UMUM

Suatu kegiatan pelayanan keperawatan menyiapkan injeksi untuk pengobatan / therapi kepada pasien yang sedang dirawat

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Jarum seteril dan spuit

- Kapas alkohol 70 %

- Alat tulis

- Obat injeksi ( vial / flacon ) sesuai order dokter

- Bengkok

- Kartu obat dan etiket

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Buka tutup dan bersihkan / desinfektan bagian atas botol ( karet ) dengan kapas alkohol

- Buang kapas alkohol ke bengkok

- Menarik udara secukupnya kedalam spuit

- Tusuk jarum tegak lurus ketengah karet penutup

- Mendorong udarah dalam spuit kadalam botol, membalikan vial dan tarik obat seumlah yang diperlukan

- Tarik jarum dengan menarik boto, keluarkan udara yang ada dalam spuit

- Jarum ditutup dan vial /’ flacon dibuang ke bengkok / tempatnya ( jika sudah habis )

- Beri etiket nama pada spuit dan masukan ketampat injeksi

- Perawat cuci tangan

C. EVALUASI

- Perhatikan dosisi obat, nama obat dan nama klien sesuai dengan order dari dokter

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

VN:F [1.1.9.1_544]

Prosedur Injeksi Intrakutan

URAIAN UMUM

Memasukan obat kedalam jaringan kulit, intracutan biasa digunakan untuk mengetahui sensitivitas tubuh terhadap obat yang disuntikan

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien ( dosis, nama klien, obat, waktu pelaksanaan, tempat injeksi )

- Kaji riwayat alergi dan siapkan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Spuit seteril dengan obat injeksi pada tempatnya yang sudah disiapkan

- Kapas alkohol 70 %

- Alat tulis

- Bengkok

- Kartu obat dan etiket

- Sarung tangan kalau perlu

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Mengidentifikasi klien dan menjelaskan tentang prosedur yang akan dilakukan dan pasang sampiran

- Jika perlu menggunakan sarung tangan bila ada klien yang menderita penyakit menular

- Memilih dan menentukan lokasi injeksi

- Bersihkan / desinfeksi lokasi injeksi dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus

- Membuang kapas alkohol kedalam bengkok

- Menyuntik obat dengan sudut jarum injeksi dengan sudut 5-15 O

- Masukan obat secara perlahan – lahan

- Mencabut jarum dan lingkari batas pinggir gelembung dengan pena

- Tunggu hasil / reaksi dari obat selama + 10 – 15 menit

- Obat-obat dibereskan dan hasil catat hasil tindakan

- Perawat cuci tangan

C. EVALUASI

- Perhatikan dosisi obat, nama obat, nama klien sesuai dengan order dari dokter dan perhatikian juga respon klien terhadap obat

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

Prosedur Injeksi Subkutan

URAIAN UMUM

Menyuntikan obat dibawah kulit

A. PERSIAPAN

I. Persiapan Klien

- Cek perencanaan Keperawatan klien ( dosis, nama klien, obat, waktu pelaksanaan, tempat injeksi )

- Kaji riwayat alergi dan siapkan klien

- Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II. Persiapan Alat

- Spuit seteril dengan obat injeksi pada tempatnya yang sudah disiapkan

- Kapas alkohol 70 %

- Alat tulis

- Bengkok

- Kartu obat dan etiket

- Sarung tangan kalau perlu

B. PELAKSANAAN

- Perawat cuci tangan

- Mengidentifikasi klien, menyiapkan klien dan menjelaskan tentang prosedur yang akan dilakukan dan pasang sampiran

- Jika perlu menggunakan sarung tangan bila ada klien yang menderita penyakit menular

- Bersihkan / desinfeksi lokasi injeksi dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus

- Membuang kapas alkohol kedalam bengkok

- Memasukan jarum dengan sudut 45-90 O

- Lakukan aspirasi

- Memasukan obat secara perlahan – lahan

- Mencabut jarum

- Alat-alat dibereskan dan lihat reaksi obat terhadap klien

- Perawat cuci tangan

- Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI

- Perhatikan dosisi obat, nama obat, nama klien sesuai dengan order dari dokter dan perhatikian juga respon klien terhadap obat

D. DOKUMENTASI

Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.