Prosedur Injeksi Intravena (Edit)

Karena Banyaknya masukan dari para follower sekalian, maka saya mengkaji ulang tulisan ini dan meluruskan yang dikira saya anggap rasional dalam praktek sehari-hari ….

URAIAN UMUM
Suatu kegiatan pelayanan perawatan dalam memberikan obat suntikan pada pasien melalui intravena langsung (IV)
A. PERSIAPAN
I.   Persiapan Klien
– Cek perencanaan Keperawatan klien ( dosis, nama klien, obat, waktu pelaksanaan, tempat injeksi )
– Kaji riwayat alergi dan siapkan klien
– Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan

II.  Persiapan Alat
– Spuit steril dengan obat injeksi pada tempatnya yang sudah disiapkan
– Kapas alkohol 70 %
– Alat tulis
– Bengkok
– Kartu obat dan etiket
– Sarung tangan

B. PELAKSANAAN
– Perawat cuci tangan
– Mengucapkan Salam dan Perkenalan diri pada pasien terus identifikasi klien (nama, Umur, No.Medrec, Alamat)
– Memberitahu tindakan yang akan dilakukan berupa injeksi Intravena langsung
– Perawat mengunakan sarung tangan dan siapkan tangan kanan ato kiri yang akan dilakukan injeksi pada klien
– Lakukan bendungan vena ato stewing 5-8 cm diatas area yang akan disuntik dan Bersihkan / desinfeksi lokasi injeksi dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus
– Membuang kapas alkohol kedalam bengkok
– Memasukan jarum dengan sudut 15-30 kedalam vena yg dituju
– Lakukan aspirasi
– Jika benar masuk kedalam vena (keluar darah melalui spuit) maka masukan obat secara perlahan – lahan
– Mencabut jarum dan tutup bekas injeksi dengan kapas alkohol dan berikan plester pada kapas tersebut supaya tidak ada darah yg keluar
– Kemudian Alat-alat dibereskan dan awasi reaksi obat terhadap klien
– Perawat cuci tangan
– Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI
– Perhatikan dosis obat, nama obat, nama klien  dan perhatikan juga respon klien terhadap obat

D. DOKUMENTASI
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap obat, perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

Prosedur pemasangan Infus

Cairan Infus

Cairan Infus

URAIAN UMUM
Pemberian cairan obat /makanan melalui pembuluh darah vena
A. PERSIAPAN
I. Persiapan Klien
– Cek perencanaan Keperawatan klien
– Klien diberi penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan
II. Persiapan Alat
– Standar infus
– Ciran infus dan infus set sesuai kebutuhan
– Jarum / wings needle / abocath sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan
– Bidai / alas infus
– Perlak dan torniquet
– Plester dan gunting
– Bengkok
– Sarung tangan bersih
– Kassa seteril
– Kapas alkohol dalam tempatnya
– Bethadine dalam tempatnya

B. PELAKSANAAN
– Perawat cuci tangan
– Memberitahu tindakan yang akan dilakukan dan pasang sampiran
– Mengisis selang infus
 Membuka plastik infus set dengan benar
 Tetap melindungi ujung selang seteril
 Menggantungkan infus set dengan cairan infus dengan posisi cairan infus mengarah keatas
 Menggantung cairan infus di standar cairan infus
 Mengisi kompartemen infus set dengan cara menekan ( tapi jangan sampai terendam )
 Mengisi selang infus dengan cairan yang benar
 Menutup ujung selang dan tutup dengan mempertahankan keseterilan
 Cek adanya udara dalam selang
– Pakai sarung tangan bersih bila perlu
– Memilih posisi yang tepat untuk memasang infus
– Meletakan perlak dan pengalas dibawah bagian yang akan dipungsi
– Memilih vena yang tepat dan benar
– Memasang torniquet
– Desinfeksi vena dengan tekhnik yang benar dengan alkohol dengan tekhnik sirkuler atau dari atas ke bawah sekali hapus
– Buka kateter ( abocath ) dan periksa apakah ada kerusakan
– Menusukan kateter / abocath pada vena yang telah dipilih dengan apa arah dari arah samping
– Memperhatikan adanya darah dalam kompartemen darah dalam kateter, bila ada maka mandrin sedikit demi sedikit ditarik keluar sambil kateter dimasukan perlahan-lahan
– Torniquet dicabut
– Menyambungkan dengan ujung selang yang telah terlebih dahulu dikeluarkan cairannya sedikit, dan sambil dibiarkan menetes sedikit
– Memberi plester pada ujung plastik kateter / abocath tapi tidak menyentuh area penusukan untuk fiksasi
– Membalut dengan kassa bethadine seteril dan menutupnya dengan kassa seteril kering
– Memberi plester dengan benar dan mempertahankan keamanan kateter / abocath agar tidak tercabut
– Mengatur tetasan infus sesuai dengan kebutuhan klien
– Alat-alat dibereskan dan perhatikan respon klien
– Perawat cuci tangan
– Catat tindakan yang dilakukan

C. EVALUASI
– Perhatikan kelancaran infus, dan perhatikian juga respon klien terhadap pemberian tindakan

D. DOKUMENTASI
Mencatat tindakan yang telah dilakukan (waktu pelaksanaan, hasil tindakan, reaksi / respon klien terhadap pemasangan infus, cairan dan tetesan yang diberikan, nomor abocath, vena yang dipasang, dan perawat yang melakukan ) pada catatan keperawatan

Prosedur Tindakan Vena Sectie

Donor Darah2

URAIAN UMUM
Vena sectie adalah suatu tindakan menyayat dan memasukan jarum khusus kedalam vena sehingga pemberian cairan infus / tranfusi dapat dilaksanakan
Dilakukan pada pasien :
– Yang mengalami kollaps vena, sehingga sulit diraba dan ditusuk
– Anak-anak atau bayi, karena ukuran venanya terlalu kecil
– Dengan kelainan jantung
B. PERSIAPAN
I. Persiapan Alat
 Yang diberi alas kain ( duk ) seteril berisi :
 Seperangkat alat vena sectie seteril yang terdiri dari
 Bisturi
 Gunting vena
 Arteri klem
 Pemegang jarum dan jarum jahit kulit
 Pinset chirurgis dan anatomi
 Duk klem
 Duk bolong
 venocath
 Spuit 2,5 cc dari jarum
 Procam dalam tempatnya
 Kain kassa dan kapas lidi seteril
 Benang catgut dan Zyde 2/0
 Sarung tangan
 Bethadine dan alkohol 70 % dalam tempatnya
 Meja atau baki instrumen yang berisi :
 Bengkok
 Cairan infus dan infus set sesuai kebutuhan
 Korentang dan tempatnya
 Plester
 Gunting verban dan verban
 Spalk siap pakai
 Strandar infus
II. Persiapan Pasien
 Pasien dan keluarhganya diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan dan posisikan pasien sesuai kebutuhan
C. PELAKSANAAN
1. Siapkan peralatan infus ( lihat cara memasang infus )
2. Petugas mengenakan sarung tangan
3. Desinfeksi permukaan kulit yang akan disayat pertama dengan bethadine selanjutnya dengan alkohol
4. Pasang duk bolong didaerah yang akan disayat
5. Lakukan vena sectie yaitu :
 Sayat kulit sampai didapat vena yang dibutuhkan
 Vena disayat/ langsung tusukan venocath
 Venocath difiksasi, dan jahit luka sayatan
 Infus dipasang
 Luka dikompres dengan bethadine dan ditutup dengan kain kassa seteril
6. Kalau perlu pasang spalk
7. Pasien dan alat dirapihkan kembai dan diletakan padatempatnya semula
8. Perawat cuci tangan

D. EVALUASI
Mencatat hasil tindakan dan respon pasien pada dokumen perawatan tentang :
– Keadaan umum pasien
– Luka sayatan dan kelancaran tetesan infus

Meningistis …… Kupas Tuntas …!!!!

Pengertian

Meningitis

Meninges (coverings of the brain)Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk kedalam darah dan berpindah kedalam cairan otak.

Pasien yang diduga mengalami Meningitis haruslah dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, karena masing-masing akan mendapatkan therapy sesuai penyebabnya.

  • Penyebab Penyakit Meningitis
  • Meningitis
    Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya, akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik. Namun Meningitis disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan Meningitis disebabkan oleh jamur sangat jarang, jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan immun (daya tahan tubuh) seperti pada penderita AIDS.

    Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis diantaranya :
    1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
    Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).

    2. Neisseria meningitidis (meningococcus).
    Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.

    3. Haemophilus influenzae (haemophilus).
    Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.

    4. Listeria monocytogenes (listeria).
    Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis. Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

    5. Bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan meningitis adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Meningitis
  • Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.

    Streptococcus_pneumoniae_meningitis,_gross_pathology_33_lores.jpg

    Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Meningitis
  • Apabila ada tanda-tanda dan gejala seperti di atas, maka secepatnya penderita dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pelayan kesehatan yang intensif. Pemeriksaan fisik, pemeriksaan labratorium yang meliputi test darah (elektrolite, fungsi hati dan ginjal, serta darah lengkap), dan pemeriksaan X-ray (rontgen) paru akan membantu tim dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sedangkan pemeriksaan yang sangat penting apabila penderita telah diduga meningitis adalah pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

    Jika berdasarkan pemeriksaan penderita didiagnosa sebagai meningitis, maka pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurang atau menghindari resiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan kepada penderita tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan.

    Adapun beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin(ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikanAmpicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem),Chloramphenicol atau Ceftriaxone.

    Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya.

  • Pencegahan Tertularnya Penyakit Meningitis
  • Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Maka bagi anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini haruslah berhati-hati. Mancuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit.

    Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah ;
    – Haemophilus influenzae type b (Hib)
    – Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)
    – Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)
    – Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

    Meningitis Bakteri
    Bakteri yang paling sering menyebabkan meningitis adalah hemofilus influenza, diplococcus pneumonia, streptococcus grup A, stapilococcus aurens, E.coli, klebsiela, dan pseudomonas. Tubuh akan berespon terhadap bakteri sebagai benda asing dan berespon dengan terjadinya peradangan dengan adanya neutrofil, monosit dan limfosit. Cairan eksudat yang terdiri dari bakteri, fibrin dan leukosit terbentuk diruangan subarachnoid ini akan terkumpul didalam cairan otak sehingga dapat menyebabkan lapisan yang tadinya tipis menjadi tebal. Dan pengumpulan cairan ini akan menyebabkan peningkatan intra cranial. Hal ini akan menyebabkan jaringan otak
    akan mengalami infark.

    Meningitis virus
    Tipe dari meningitis ini sering disebut aseptic meningitis. Ini biasanya disebabkan oleh berbagai jenis penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti :herpes simplek dan herpes zoster. Eksudat yang biasanya terjadi pada meningitis bakteri tidak terjadi pada meningitis virus dan tidak ditemukan organisme pada kultur cairan otak. Peradangan terjadi pada seluruh kortek serebri dan lapisan otak. Mekanisme atau respon dari jaringan otak terhadap virus bervariasi tergantung pada jenis sel yang terlibat.
    pencegahan
    Meningitis dapat dicegah dengan cara mengenali dan mengerti dengan baik factor predisposisi seperti otitis media atau infeksi saluran napas (seperti TBC ) dimana dapat menyebabkan meningitis serosa. Dalam hal ini yang paling penting adalah pengobatan tuntas (antibiotic) walau gejala gejala infeksi tersebut telah hilang.
    Setelah terjadinya meningitis penanganan yang sesuai harus cepat diatasi. Untuk mengidentifikasi factor atau jenis organisme penyebab dan dengan cepat memberikan terapi sesuai dengan organisme penyebab untuk melindungi komplikasi yang serius.

    Manifestasi Klinik
    • Pada awal penyakit, kelelahan, perubahan daya mengingat, perubahan tingkah laku
    • Sesuai dengan cepatnya perjalanan penyakit pasien menjadi stupor
    • Sakit kepala
    • Sakit sakit pada otot
    • Reaksi pupil terhadap cahaya. Photofobia apabila cahaya diarahkan pada mata pasien.
    • Adanya disfungsi pada saraf III, IV, VI
    • Pergerakan motorik pada awal penyakit biasanya normal dan pada tahap lanjutan biasa terjadi hemiparesis, hemiplagia, dan penurunan tonus otot
    • Reflex brudzinski dan reflex kernig positif
    • Nausea
    • Vomiting
    • Takikardia
    • Kejang
    • Pasien merasa takut dan cemas

    Pemeriksaan Diagnostic
    1. analisa CSS dan fungsi lumbal
    • Meningitis bacterial : tekanan meningkat, cairan keruh / berkabut, jumlah sel darah putih dan protein meningkat, glukosa menurun, kultur positif terhadap beberapa jenis bakteri
    • Meningitis virus : tekanan bervariasi, CSS biasanya jernih, sel darah putih meningkat, glukosa dan protein biasanya normal, kultur biasanya negative, kultur virus biasanya hanya dengan prosedur khusus

    2.Glukosa serum : meningkat

    3. LDH serum : meningkat pada meningitis bakteri
    • Sel darah putih : meningkat dengan peningkatan neotrofil (infeksi bakteri)
    • Elektrolit darah : abnormal

    4.LED : meningkat
    Kultur darah / hidung / tenggorokan / urine dapat mengindikasikan daerah “pusat” infeksi /mengidentifikasikan tipe penyebab infeksi

    5. MRI /CT Scan : dapat membantu melokalisasi lesi, melihat ukuran / letak ventrikel ; hematum daerah serebral, hemoragik maupun tumor

    Penatalaksanaan
    Pengobatan biasanya diberikan antibiotik :

    ANTIBIOTIK:
    Penicillin G

    ORGANISME:
    Pneumococci
    Meningococci
    Streptococci

    ANTIBIOTIK:
    Gentamycin

    ORGANISME:
    Klebsiella
    Pseodomonas
    Proleus

    ANTIBIOTIK:
    Chlorampenikol

    ORGANISME:
    Haemofilus influenza

    ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN MENINGITIS
    PENGKAJIAN PASIEN DENGAN MENINGITIS :

    Keluhan utama
    Keluhan utama yang sering adalah panas badan tinggi, koma, kejang dan penurunan kesadaran.

    Riwayat penyakit sekarang
    Faktor riwayat penyakit sangat penting diketahui karena untuk mengetahui jenis kuman penyebab. Disini harus ditanya dengan jelas tetang gejala yang timbul seperti kapan mulai serangan, sembuh atau bertambah buruk. Pada pengkajian pasien meningitis biasanya didapatkan keluhan yang berhubungan dengan akibat dari infeksi dan peningkatan TIK. Keluhan tersebut diantaranya, sakit kepala dan demam adalah gejala awal yang sering. Sakit kepala berhubungan dengan meningitis yang selalu berat dan sebagai akibat iritasi meningen. Demam umumnya ada dan tetap tinggi selama perjalanan penyakit.
    Keluhan kejang perlu mendapat perhatian untuk dilakukan pengkajian lebih mendalam, bagaimana sifat timbulnya kejang, stimulus apa yang sering menimbulkan kejang dan tindakan apa yang telah diberikan dalam upaya menurunkan keluhan kejang tersebut.
    pengkajian lainnya yang perlu ditanyakan seperti riwayat selama menjalani perawatan di RS, pernahkah mengalami tindakan invasive yang memungkinkan masuknya kuman kemeningen terutama tindakan melalui pembuluh darah.

    Riwayat Penyakit Dahulu
    Pengkajian penyakit yang pernah dialami pasien yang memungkinkan adanya hubungan atau menjadi predisposisi keluhan sekarang meliputi pernahkah pasien mengalami infeksi jalan napas bagian atas, otitis media, mastoiditis, tindakan bedah saraf, riwayat trauma kepala dan adanya pengaruh immunologis pada masa sebelumnya.
    Riwayat sakit TB paru perlu ditanyakan pada pasien terutama apabila ada keluhan batuk produktif dan pernah menjalani pengobatan obat anti TB yang sangat berguna untuk mengidentifikasi meningitis tuberculosia.
    Pengkajian pemakaian obat obat yang sering digunakan pasien, seperti pemakaian obat kortikostiroid, pemakaian jenis jenis antibiotic dan reaksinya (untuk menilai resistensi pemakaian antibiotic).

    Pengkajian psikososial
    Respon emosi pengkajian mekanisme koping yang digunakan pasien juga penting untuk menilai pasien terhadap penyakit yang dideritanya dan perubahan peran pasien dalam keluarga dan masyarakat serta respon atau pengaruhnya dalam kehidupan sehari harinya baik dalam keluarga ataupun dalam masyarakat.

    Pemeiksaan fisik
    1. Aktivitas / istirahat
    Gejala : perasaan tidak enak (malaise ), keterbatasan yang ditimbulkan kondisinya.
    Tanda : Ataksia, masalah berjalan, kelumpuhan, gerakan involunter, kelemahan secara
    Umum, keterbatasan dalam rentang gerak.

    2. Sirkulasi
    Gejala : adanya riwayat kardiologi, seperti endokarditis, beberapa penyakit jantung
    Conginetal ( abses otak ).
    Tanda : tekanan darah meningkat, nadi menurun dan tekanan nadi berat (berhubungan
    Dengan peningkatan TIK dan pengaruh dari pusat vasomotor ). Takikardi, distritmia
    ( pada fase akut ) seperti distrimia sinus (pada meningitis )

    3. Eleminasi
    Tanda : Adanya inkotinensia dan retensi.

    4. Makanan dan Cairan
    Gejala : Kehilangan napsu makan, kesulitan menelan (pada periode akut )
    Tanda : Anoreksia, muntah, turgor kulit jelek, membrane mukosa kering.
    5. Hygiene
    Tanda : Ketergantungan terhadap semua kebutuhan perawatan diri ( pada periode akut )

    6. Neurosensori
    Gejala : sakit kepala ( mungkin merupan gejala pertama dan biasanya berat ) . Pareslisia,
    Terasa kaku pada semua persarafan yang terkena, kehilangan sensasi ( kerusakan
    Pada saraf cranial ). Hiperalgesia / meningkatnya sensitifitas ( minimitis ) . Timbul
    Kejang ( minimitis bakteri atau abses otak ) gangguan dalam penglihatan, seperti
    Diplopia ( fase awal dari beberapa infeksi ). Fotopobia ( pada minimtis ). Ketulian
    ( pada minimitis / encephalitis ) atau mungkin hipersensitifitas terhadap kebisingan,
    Adanya hulusinasi penciuman / sentuhan.
    Tanda : – status mental / tingkat kesadaran ; letargi sampai kebingungan yang berat hingga
    Koma, delusi dan halusinasi / psikosis organic ( encephalitis ).
    -Kehilangan memori, sulit mengambil keputusan ( dapat merupakan gejala
    Berkembangnya hidrosephalus komunikan yang mengikuti meningitis bacterial )
    -Afasia / kesulitan dalam berkomunikasi.
    – Mata ( ukuran / reaksi pupil ) : unisokor atau tidak berespon terhadap cahaya
    ( peningkatan TIK ), nistagmus ( bola mata bergerak terus menerus ).
    -Ptosis ( kelopak mata atas jatuh ) . Karakteristik fasial (wajah ) ; perubahan pada
    Fungsi motorik da nsensorik ( saraf cranial V dan VII terkena )
    -Kejang umum atau lokal ( pada abses otak ) . Kejang lobus temporal . Otot
    Mengalami hipotonia /flaksid paralisis ( pada fase akut meningitis ). Spastik
    ( encephalitis).
    -Hemiparese hemiplegic ( meningitis / encephalitis )
    – Tanda brudzinski positif dan atau tanda kernig positif merupakan indikasi adanya
    Iritasi meningeal ( fase akut )
    -Regiditas muka ( iritasi meningeal )
    – Refleks tendon dalam terganggu, brudzinski positif
    – Refleks abdominal menurun.

    7. Nyeri / Kenyamanan
    Gejala : sakit kepala ( berdenyut dengan hebat, frontal ) mungkin akan diperburuk oleh
    Ketegangan leher /punggung kaku ,nyeri pada gerakan ocular, tenggorokan nyeri
    Tanda : Tampak terus terjaga, perilaku distraksi /gelisah menangis / mengeluh.

    8. Pernapasan
    Gejala : Adanya riwayat infeksi sinus atau paru
    Tanda : Peningkatan kerja pernapasan (tahap awal ), perubahan mental ( letargi sampai
    Koma ) dan gelisah.
    9. Keamanan
    Gejala : – Adanya riwayat infeksi saluran napas atas atau infeksi lain, meliputi mastoiditis
    Telinga tengah sinus, abses gigi, abdomen atau kulit, fungsi lumbal, pembedahan,
    Fraktur pada tengkorak / cedera kepala.
    – Imunisasi yang baru saja berlangsung ; terpajan pada meningitis, terpajan oleh
    Campak, herpes simplek, gigitan binatang, benda asing yang terbawa.
    -Gangguan penglihatan atau pendengaran
    Tanda : – suhu badan meningkat,diaphoresis, menggigil
    -Kelemahan secara umum ; tonus otot flaksid atau plastic
    – Gangguan sensoris

    Diagnosa Keperawatan
    1. Resiko tinggi terhadap ( penyebaran ) infeksi berhubungan dengan statis cairan tubuh.
    Hasil yang diharapkan / criteria evaluasi pasien anak ; mencapai masa penyembuhan tepat waktu, tanpa penyebaran infeksi endogen atau keterlibatan orang lain
    Intervensi
    a. Pertahankan teknik aseptik dan cuci tangan baik pasien, pengunjung, maupun staf.
    Rasional ; menurunkan resiko pasien terkena infeksi sekunder. Mengontrol penyebaran sumber infeksi, mencegah pemajanan pada individu terinfeksi ( mis : individu yang mengalami infeksi saluran napas atas )
    b. Pantau dan catat secara teratur tanda-tanda klinis dari proses infeksi.
    Rasional : Terapi obat akan diberikan terus menerus selama lebih 5 hari setelah suhu turun ( kembali normal ) dan tanda-tanda klinisnya jelas. Timbulnya tanda klinis terus menerus merupakan indikasi perkembangan dari meningokosemia akut yang dapat bertahan sampai berminggu minggu / berbulan bulan atau penyebaran pathogen secara hematogen / sepsis.
    c. Ubah posisi pasien dengan teratur tiap 2 jam.
    Rasionalisasi ; Mobilisasi secret dan meningkatkan kelancaran secret yang akan menurunkan resiko terjadinya komplikasi terhadap pernapasan.
    d. Catat karakteristik urine, seperti warna, kejernihan dan bau
    Rasionalisasi ; Urine statis, dehidrasi dan kelemahan umum meningkatkan resiko terhadap infeksi kandung kemih / ginjal / awitan sepsis.
    e. Kolaborasi tim medis
    Rasional : Obat yang dipilih tergantung pada infeksi dan sensitifitas individu. Catatan ; obat cranial mungkin diindikasikan untuk basilus gram negative, jamur, amoeba.
    2. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan edema serebral yang mengubah / menghentikan aliran darah arteri / vena.
    Hasil yang diharapkan / kriteria pasien anak : mempertahankan tingkat kesadaran , mendemontrasikan tanda-tanda vital stabil, melaporkan tak adanya / menurunkan berat sakit kepala, mendemontrasikan adanya perbaikan kognitif dan tanda peningkatan TIK.
    Intervensi
    a. Perubahan tirah baring dengan posisi kepala datar dan pantau tanda vital sesuai indikasi setelah dilakukan fungsi lumbal.
    Rasional : perubahan tekanan CSS mungkin merupakan adanya resiko herniasis batang otak yang memerlukan tindakan medis dengan segera.

    b. Pantau / catat status neurologis dengan teratur dan bandingkan dengan keadaan normalnya, seperti GCS.
    Rasional : pengkajian kecenderungan adanya perubahan tingkat kesadaran dan potensial peningkatan TIK adalah sangat berguna dalam menntukan lokasi, penyebaran / luas dan perkembangan dari kerusakan serebral.

    c. Pantau masukan dan keluaran . catat karakteristik urine, turgor kulit, dan keadaan membrane mukosa.
    Rasional : hipertermia meningkatkan kehilangan air tak kasat mata dan meningkatkan resiko dehidrasi, terutama jika tingkat kesadaran menurun / munculnya mual menurunkan pemasukan melalui oral.

    d. Berikantindakan yang memberikan rasa nyaman seperti massage punggung, lingkungan yang tenang, suara yang halus dan sentuhan yang lembut.
    Rasional : meningkatkan istirahat dan menurunkan stimulasi sensori yang berlebihan.

    e. Pantau gas darah arteri. Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan.
    Rasional : terjadinya asidosis dapat menghambat masuknya oksigen pada tingkat sel yang memperburuk / meningkatkan iskemia serebral.

    f. Berikan obat sesuai indikasi.

    3. Resiko tinggi terhadap trauma berhubungan dengan kelemahan umum.
    Hasil yang diharapkan / kriteria evaluasi pasien anak : tidak mengalami kejang atau penyerta atau cedera lain.

    Intervensi
    a. Pantau adanya kejang / kedutan pada tangan, kaki dan mulut atau otot wajah yang lain.
    Rasional : mencerminkan pada iritasi SSP secara umum yang memerlukan evaluasi segera dan intervensi yang mungkin untuk mencegah komplikasi.

    b. Berikan keamanan pada pasien dengan memberi bantuan pada penghalang tempat tidur dan pertahankan tetap terpasang dan pasang jalan napas buatan plastik atau gulungan lunak dan alat penghisap.
    Rasional : melindungi pasien jika kejang. Catatan ; masukan jalan napas bantuan / gulungan lunak jika hanya rahangnya relaksasi, jangan dipaksa memasukkan ketika giginya mengatup dan jaringan lunak akan rusak.
    c. Pertahankan tirah baring selama fase akut. Pindahkan .gerakkan dengan bantuan sesuai membaiknya keadaan.
    Rasional : menurunkan resiko terjatuh / trauma jika terjadi vertigo, sinkope atau ataksia.

    d. Berikan obat sesuai indikasi seperti fenitoin ( dilantin ), diazepam , fenobarbital.
    Rasional : merupakan indikasi untuk penanganan dan pencegahan kejang .catatan : fenobarbital dapat menyebabkan defresi pernapasan dan sedative serta menutupi tanda / gejala dari peningkatan TIK.

    4. Nyeri ( akut ) berhubungan dengan adanya proses inflamasi / infeksi.
    Hasil yang diharapkan / kriteria evaluasi pasien anak : melaporkan nyeri hilang / terkontrol, menunjukkan poster rileks dan mampu tidur / istirahat dengan tepat.

    Intervensi
    a. Berikan lingkungan yang tenang, ruangan agak gelap sesuai indikasi.
    Rasional : menurunkan reaksi terhadap stimulasi dari luar atau sensitifitas pada cahaya dan meningkatkan istirahat / relaksasi.
    b. Tingkatkan tirah baring, bantulah kebutuhan perawatan yang penting .
    Rasional : menurunkan gerakan yang dapat meningkatkan nyeri.

    c. Berikan latihan rentang gerak aktif / pasif secara aktif dan massage otot daerah leher /bahu.
    Rasional : dapat membantu merelaksasikan ketegangan otot yang menimbulkan reduksi nyeri atau rasa tidak nyaman tersebut.

    d. Berikan analgetik, seperti asetaminofen dan kodein
    Rasional : mungkin diperlukan untuk menghilangkan nyeri yang berat.
    Catatan : narkotik merupakan kontraindikasi sehingga menimbulkan ketidak akuratan dalam pemeriksaan neurologis.

    5. Ansietas / ketakutan berhubungan dengan pemisahan dari system pendukung ( hospitalisasi ).

    Hasil yang diharapkan / criteria evaluasi pasien anak : mengikuti dan mendiskusikan rasa takut, mengungkapkan kekurang pengetahuan tentang situasi, tampak rileks dan melaporkan ansietas berkurang sampai pada tingkat dapat diatasi.

    Intervensi
    a. Kaji status mental dan tingkat ansietas dari pasien / keluarga. Catat adanya tanda-tanda verbal atau non verbal.
    Rasional : gangguan tingkat kesadaran dapat mempengaruhi ekspresi rasa takut tetapi tidak menyangkal keberadaannya. Derajat ansietas akan dipengaruhi bagaimana informasi tersebut diterima oleh individu.

    b. Berikan penjelasan hubungan antara proses penyakit dan gejala.
    Rasional : meningkatkan pemahaman, mengurangi rasa takut karena ketidaktahuan dan dapat membantu dan menurunkan ansietas.

    c. Jawab setiap pertanyaan dengan penuh perhatian dan berikan informasi tentang prognosa penyakit.
    Rasional : penting untuk menciptakan kepercayan karena diagnosa meningitis mungkin menakutkan, ketulusan dan informasi yang akurat dapat memberikan keyakinan pada pasien dan juga keluarga

    d. Libatkan pasien / keluarga dalam perawatan, perencanaan kehidupan sehari-hari, membuat keputusan sebanyak mungkin.
    Rasional : meningkatkan perasaan kontrol terhadap diri dan meningkatkan kemandirian.

    e. Lindungi privasi pasien jika terjadi kejang.
    Rasional : memperhatikan kebutuhan privasi pasien memberikan peningkatan akan harga diri pasien dan melindungi pasien dri rasa malu.

    DAFTAR PUSTAKA

    Behrman, Richard. E. 1992. Ilmu Kesehatan. Bagian 2. Jakarta : EGC
    Carpebito,Lynda Juall. 2006. Diagnosa Keperawatan. Ed. 10. Jakarta : EGC
    Nelson. 1992. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : EGC
    Ngastiah. 1997. Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC
    Wong, Donna. L. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC

    Buku Pedoman Perawatan Manual Ala Lippincott

    Lippincott Manual of Nursing Practice 
    Format CHM  

    Lippincott Manual of Nursing Practice
    8th Edition
    Authors: Nettina, Sandra M.
    Editors: Mills, Elizabeth Jacqueline

    Nursing Process and Practice:

    • Nursing Practice and the Nursing Process
    • Standards of Care, Ethical and Legal Issues
    • Health Promotion and Preventive Care
    • Genetics and Health Applications

    Medical-Surgical Nursing:

    • General Health Considerations
    • Respiratory Health
    • Cardiovascular Health
    • Neurologic and Sensory Health
    • Gastrointestinal and Nutritional Health
    • Renal, Genitourinary, and Reproductive Health
    • Metabolic and Endocrine Health
    • Hematologic Health
    • Immunologic Health
    • Musculoskeletal Health
    • Integumentary HealthEmergency Nursing

    Maternity and Neonatal Nursing

    • Maternal and Fetal Health
    • Nursing Management During Labor and Delivery
    • Care of Mother and Neonate During the Postpartum Period
    • Complications of the Childbearing Experience

    Pediatric Nursing

    • General Practice Considerations
    • Pediatric Health

    Buku Pedoman (CHM) ini adalah Salah satu sumber Kebutuhan Penting untuk Setiap perawat dalam penilaian dan pedoman perawatan pasien. Panduan ini difokuskan  dalam masalah Kedokteran Bedah, neonatal, Pediatric, perawatan jiwa dan mencakup lebih dari 150 langkah demi langkah prosedur. Edisi kedelapan ini juga mencakup beberapa materi baru pembedahan tulang,  jaringan otot,  dan dermatologic kondisi keselamatan pasien, keselamatan pribadi, perawatan peka budaya, HIPAA, advokasi bagi penyandang cacat, terapi fisik dada, kardiologi interventional, hyperbaric therapy, neurologic, sistem intracranial, tulang belakang patah tulang kompresi, Informasi tentang imunisasi, Sebab munculnya infeksi, senjata biologi kesiap-siagaan, Pedoman Astma buat Pediatric, dll

    Selamat Membaca ………. !!!!!

     

    Pictures

    Eye pain - 4934.2.png

    Eye pain - 4934.1.png

    Eye pain - 4934.png

    Download Link:

     

    Quote:

    http://rapidshare.com/files/105735678/_www.softarchive.net_L.cott_Manual_of_Nursing_Practice.part1.rar

    http://rapidshare.com/files/105735918/_www.softarchive.net_L.cott_Manual_of_Nursing_Practice.part2.rar

    http://rapidshare.com/files/105736153/_www.softarchive.net_L.cott_Manual_of_Nursing_Practice.part3.rar

    http://rapidshare.com/files/105736316/_www.softarchive.net_L.cott_Manual_of_Nursing_Practice.part4.rar

    E-book gratis Keperawatan

    Advanced Clinical Skills for GU Nurses

    PDF Format

    This book has been developed to help nurses who are in nurse practitioner roles by supporting them to develop their ‘advanced practice skills’. This book is intended to build on skills and knowledge that nurses will have acquired at staff nurse level. It is intended that this book will develop skills and knowledge which until recently have been more in the medical domain.

    Download Link:

    Cardiac Nursing

    Now thoroughly updated with current, evidence-based material, Cardiac Nursing is recognized as “The Red Reference Book” for nurses caring for patients who have, or are at risk for developing, cardiac diseases. Organized within the framework of the nursing process, this comprehensive clinical reference provides complete information on the assessment, pathophysiology, management, and prevention of heart diseases and details the rationale and evidence for interventions. This edition has seven brand-new chapters on inflammation, atherosclerosis, genetics, heart rate variability, complementary and alternative medicine, disease management models, and nuclear and other scans. Boxes of evidence-based content have been added within chapters where appropriate.

    Download Link:

    Clinical Drug Therapy_Rationales for Nursing Practice, 7th Edition

    Now with a free CD-ROM, this leading full-color pharmacology textbook presents unique coverage of nursing interventions for drug therapies with related rationales, emphasizing the individualization of drug therapy. Chapters are organized by body systems and therapeutic classifications of drugs. Highly praised for presenting information in an organized, concise and readable fashion, this text includes many excellent features such as: How to Avoid Medication Errors, Client Teaching Guidelines, Apply Your Knowledge, Nursing Action Tables with Rationales, Case Scenarios, Review Exercises, and Nursing Process Boxes. The Seventh Edition highlights new content including herbal and food supplements throughout.

    Download Link:

    Critical Care Nursing Made Easy
    ISO Format

    This is a handy reference book in the award-winning Incredibly Easy! style–perfect for those entering or needing a refresher in critical care nursing. Critical care nursing is one of the most demanding and complex areas of nursing practice. The critical care nurse has to be “broadly specialized” with a fluency in a wide range of interconnected concepts, body system physiology, pathophysiology, and highly technical interventions, while processing data from multiple sources–all this in an environment where there is no room for error and seconds really do count.

    Download Link:

    Diseases and Disorder : Manual of Nursing Therapeutics

    Every nurse should have this book helped me more than any other text book during nursing school. It takes a disease or disorder and breaks it down to the nuts and bolts. With every disease you get: a brief description of what it is, it’s causes, gender and life span considerations, what to assess, primary nursing diagnosis, planning of care, common drugs used, what labs to look for, discharge guidelines, and what to document. This is all done in less than six pages on most diseases. This book saved me a tremendous amount of time, and I still use it in my nursing practice today. This book was my life line in nursing school, and I wouldn’t have made it through without it. You won’t regret getting this book. It can be a life saver.

    Download Link:

    Encyclopedia of Nursing Research

    Case Western Reserve Univ., Cleveland, OH. Text includes 320 articles by 200 expert contributors on topics such as nursing services, education, care, specialties, organizations and publications, cancer survivorship, middle range theories, taxonomy, HIV risk behavior, depression in cardiac disease, and more.

    Download Link:

    Nursing Procedures

    The newly revised Fourth Edition of this popular and widely used reference is a start-to-finish guide for nearly 400 basic and advanced nursing procedures. It provides step-by-step instructions for each procedure, explains how to use and troubleshoot equipment, and presents key information on rationales, cautions, complications, patient teaching, and documentation. The user-friendly format includes checklists, quick-scanning tables, logos that flag essential information, and more than 700 illustrations and photographs of equipment and techniques. This edition features a brand-new chapter on psychiatric nursing procedures and new entries on prone positioning, surgical site verification, ST segment monitoring, swallowing and aspiration precautions, and bispectral index monitoring (BIS).

    Download Link:

    Fundamental Nursing Skills

    Providing forward-thinking approaches and ideas for nurses of all categories, this reference has been written primarily in response to increasing concerns regarding the perceived lack of ability in both students and newly qualified nurses to perform clinical skills.

    By outlining the elements of essential nursing procedure in a readily accessible format, including rationale for recommended actions and promoting evidence-based practice, this text encourages the reader to keep a record of achievement in relation to clinical skill competence.

    The selection of skills included is based on extensive consultation with experienced clinicians, students, clients and teachers of nursing. Each procedure has been carefully researched to provide a contemporary foundation for practice. The text also contains a rapid reference section of common terminology, conversion tables, laboratory results and other useful information.

    DownloadLink:

    Gastrointestinal Nursing

    Many nurses work as specialist practitioners within several areas of gastrointestinal medicine, including inflammatory bowel disease, stoma care, nutrition, endoscopy and counselling. There has been a steady increase in nurse-led services and gastrointestinal nursing is an expanding area. This comprehensive text lays the foundation by reviewing the anatomy and physiology underlying common conditions before covering the pathophysiology of clinical features, causes, investigation and management. Underlying this approach will be the specific nursing aspects of caring for patients with gastrointestinal conditions, covering psychosocial factors and issues such as the measurement of health related quality of life.

    Download Link:

    Holistic Nursing: A Handbook for Practice, Fourth Edition

    A Handbook for Practice guides nurses in the art and science of holistic nursing and healing and offers ways of thinking, practicing, and responding both personally and professionally. It addresses our own self-healing so that we can offer new ways of healing to others and presents expanded strategies for enhancing our psychophysiology using self-assessments, relaxation, imagery, nutrition, exercise, and aromatherapy. It also assists nurses in their challenging roles of bringing healing to the forefront of health care and helping to shape health care reform.

    A Handbook for Practice maintains its infallible reputation as market leader in this extensively updated and expanded fourth edition. This wonderful new text covers all aspects of holistic nursing care along with special attention to the well-being of the care-giver.

    Download Link:

    Key Nursing Skills

    Written by authors have a wide experience in teaching and practicing nursing, Key Nursing Skills will be invaluable to nurses who really want to get to grips with the more common procedures.

    Each chapter focuses on a specific area of care and related skills and considers the main practice issues. Each intervention is presented within a nursing problem which states the nature of the patient problem and goal. The available current evidence base is outlined and related to the problem before the procedure is explained in straight forward terms.

    Experienced nurses’ tips have been integrated into the procedures, so alerting the reader to anticipate individual patients’ needs or anxieties, or improve upon their own performance.

    DownloadLink:

    Medical-Surgical Nursing

    Exam review covers the nursing process. Offers tips; charts for drug classification, indications, and interventions; teaching boxes; study questions with answers and rationales; and a CD-ROM with 200 NCLEX-style questions.

    DownloadLink:

    Rheumatology Nursing: A Creative Approach

    A new edition of an established research-based text on one of the fastest growing topics in nursing: nurses dealing with this complex subject need to be kept up to date and this book written by a team of expert rheumatology nurses fills that role.
    The book’s emphasis is on addressing the patients’ problems, assessing the effects of the disease both on the body and psychologically and suggesting treatments best suited to the individual patient. It encourages nurses to work in partnership with the patients and their careers, adopting a holistic approach to care.
    * Edited by an acknowledged international expert in the development of the specialty
    * Covers the needs of all nurses involved with rheumatology patients both in hospital and at home
    * Research-based and completely updated to include the latest developments in treatments available

    Download Link:

    Nursing Assistant / Nurse Aid Exam, 2ed

    Career opportunities for Nursing Assistants are growing every year, but it is extremely difficult to become part of this dynamic workforce. Candidates must pass a tough certification exam and meet employment requirements. This book is the best choice to prepare for the test and for a career as a Nursing Assistant. It offers four complete Nursing Assistant Exams, with full answer explanations and gives a list of resources for job placement services and professional organizations.

    Download Link:

    Nusrsing Theories and Nursing Practice

    DownloadLink:

    Nursing Health Assessment A Critical Thinking Case Studies Approach

    DownloadLink:

    Nursing Care of the Pediatric Neurosurgery Patient

    DownloadLink:

    Quote:

    Gagal Ginjal Akut

    BAB I
    PENDAHULUAN

     

    Gagal ginjal atau Acute renal failure (ARF) dapat diartikan sebagai penurunan cepat/tiba-tiba atau parah pada fungsi filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai oleh peningkatan konsentrasi kreatinin serum atau azotemia (peningkatan konsentrasi BUN [Blood Urea Nitrogen] ). Akan tetapi biasanya segera setelah cedera ginjal terjadi, tingkat konsentrasi BUN kembali normal, sehingga yang menjadi patokan adanya kerusakan ginjal adalah penurunan produksi urin.

    Angka kematian di AS akibat gagal ginjal akut berkisar antara 20-90%. Kematian di dalam RS 40-50% dan di ICU sebesar 70-89%. Kenaikan 0,3 mg/dL kreatinin serum merupakan prognostik penting yang signifikan.

    Peningkatan kadar kreatinin juga bisa disebabkan oleh obat-obatan (misalnya cimetidin dan trimehoprim) yang menghambat sekresi tubular ginjal. Peningkatan tingkat BUN juga dapat terjadi tanpa disertai kerusakan ginjal, seperti pada perdarahan mukosa atau saluran pencernaan, penggunaan steroid, pemasukan protein. Oleh karena itu diperlukan pengkajian yang hati-hati dalam menentukan apakah seseorang terkena kerusakan ginjal atau tidak

     Tujuan 


    1.         Untuk memahami definisi, epidemiologi, etiologi, patogenesis, gambaran klinis, diagnosis, penatalaksanaan dan Asuhan keperawatan pada Gagal Ginjal Akut (GGA).

     2.         Meningkatkan kemampuan dalam penulisan asuhan keperawan

     3.         Memenuhi salah satu tugas perkuliahan Patologi di Akademi Perawatan Pemda Cianjur

     

    BAB II

    PEMBAHASAN

      A.         DEFINISI

     Gagal ginjal akut ( GGA ) adalah suatu keadaan fisiologik dan klinik yang ditandai dengan pengurangan tiba-tiba glomerular filtration rate (GFR) dan perubahan kemampuan fungsional ginjal untuk mempertahankan eksresi air yang cukup untuk keseimbangan dalam tubuh. Atau sindroma klinis akibat kerusakan metabolik atau patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi yang nyata dan cepat serta terjadinya azotemia. (Davidson 1984).

    Gagal ginjal akut adalah penurunan laju filtrasi glomerulus secara tiba-tiba, sering kali dengan oliguri, peningkatan kadar urea dan kreatinin darah, serta asidosis metabolic dan hiperkalemia. ( D. Thomson 1992 : 91 )

     B.   Anatomi.

     Ginjal berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan manusia dewasa. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter,kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra.

     

     C.  Fisiologi

    Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah ”menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari.

     Fungsi :

    1.      Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang ”sampah”.

    2.      Menjaga keseimbangan cairan tubuh.

    3.      Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah.

    4.      Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah.

    5.      Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.

     D.    ETIOLOGI

     Tiga kategori utama kondisi penyebab GGA adalah :

    B.1.  Pra Renal

    Ø  Dimana aliran darah akibat hipoperfusi ginjal dan turunnya laju filtrasi glomerulus.

    Ø  Penurunan volume vaskuler

    Ø  Kehilangan darah/plasma : perdarahan luka baker

    Ø  Kehilangan cairan ekstraselluer : muntah,diare

    Ø  Kenaikan kapasitas kapiler : Sepsis, Blokade ganglion, Reaksi anafilaksis

    Ø  Penurunan curah jantung/kegagalan pompa jantung : Renjatan kardiogenik,Payah jantung kongestif, Dysritmia, Emboli paru, Infark jantung.

     B.2.   Intra Renal

    Ø  Akibat dari kerusakan struktur glomerulus atau tubulus distal.

    Ø  Kondisi seperti terbakar,udema akibat benturan dan infeksi dan agen nefrotik dapat menyebabkan nekrosi tubulus akut (ATN)

    Ø  Berhentinya fungsi renal.

    Ø  Reaksi transfusi yang parah juga gagal intra renal.hemoglobin dilepaskan melalui mekanisme hemolisis melewati membran glomerulus dan terkonsentrasi ditubulus distal menjadi faktor terbentuknya hemoglobin.

    Ø  Faktor penyebab adalah : pemakaian obat-obat anti inflamasi, non steroid terutama pada pasien lansia.

    B.3.  Pasca Renal

    Ø  Obstruksi dibagian distal ginjal

    Ø  Tekanan ditubulus distal menurun, akhirnya laju filtrasi glomerulus meningkat

     E. MANIFESTASI KLINIK

    v Haluaran urine sedikit, Mengandung darah,
    v Peningkatan BUN dan kreatinin,
    v Anemia,
    v Hiperkalemia,
    v Asidosis metabolic,
    v Udema,
    v Anoreksia,nause,vomitus,
    v Turgor kulit jelek,gatal-gatal pada kulit.

    F. PATOFISIOLOGI

     Beberapa kondisi berikut yang menyebabkan pengurangan aliran darah renal dan gangguan fungsi ginjal : hipovelemia, hipotensi, penurunan curah jantung dan gagal jantung kongestif, obstruksi ginjal atau traktus urinarius bawah akibat tumor, bekuan darah atau ginjal, obstruksi vena atau arteri bilateral ginjal. Jika kondisi itu ditangani dan diperbaiki sebelum ginjal rusak secara permanen, peningkatan BUN, oliguria dan tanda-tanda lain yang berhubungan dengan gagal ginjal akut dapat ditangani.

    Terdapat 4 tahapan klinik dari gagal ginjal akut yaitu :

    1.  Stadium awal dengan awitan awal dan diakhiri dengan terjadinya oliguria.

     2.  Stadium Oliguria. Volume urine 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. Kadar BUN baru mulai meningkat diatas batas normal. Peningkatan konsentrasi BUN ini berbeda-beda, tergantung dari kadar dalam diit. Pada stadium ini kadar kreatinin serum mulai meningkat melebihi kadar normal.

    Azotemia biasanya ringan kecuali bila penderita mengalami stress akibat infeksi, gagal jantung atau dehidrasi. Pada stadium ini pula mengalami gelala nokturia (diakibatkan oleh kegagalan pemekatan) mulai timbul. Gejala-gejala timbul sebagai respon terhadap stress dan perubahan makanan dan minuman yang tiba-tiba. Penderita biasanya tidak terlalu memperhatikan gejala ini.
    Gejala pengeluaran kemih waktu malam hari yang menetap sampai sebanyak 700 ml atau penderita terbangun untuk berkemih beberapa kalipada waktu malam hari. Dalam keadaan normal perbandingan jumlah kemih siang hari dan malam hari adalah 3 : 1 atau 4 : 1. Sudah tentu nokturia kadang-kadang terjadi juga sebagai respon teehadap kege;isahan atau minum yang berlebihan.
    Poliuria akibat gagal ginjal biasanya lebih besar pada penyakit yang terutamam menyerang tubulus, meskipun poliuria bersifat sedang dan jarang lebih dari 3 liter/hari. Biasanya ditemukan anemia pada gagal ginjal dengan faal ginjal diantara 5%-25 %. Faal ginjal jelas sangat menurun dan timbul gelala-gejala kekurangan farahm tekanan darah akan naik, terjadi kelebihan, aktifitas penderita mulai terganggu.

     3. Stadium III.

    Semua gejala sudah jelas dan penderita masuk dalam keadaan dimana tak dapat melakukan tugas sehari-hari sebagaimana mestinya. Gejala-gejala yang timbul antara lain mual, muntah, nafsu makan berkurang, kurang tidur, kejang-kejang dan akhirnya terjadi penurunan kesadaran sampai koma. Stadium akhir timbul pada sekitar 90 % dari masa nefron telah hancur. Nilai GFR nya 10 % dari keadaan normal dan kadar kreatinin mungkin sebesar 5-10 ml/menit atau kurang. Pada keadaan ini kreatnin serum dan kadar BUN akan meningkat dengan sangat mencolok sebagai penurunan. Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita merasakan gejala yang cukup parah karene ginjal tidak sanggup lagi mempertahankan homeostatis cairan dan elektrolit dalam tubuh. Penderita biasanya menjadi oliguri (pengeluaran kemih) kurang dari 500/hari karena kegagalan glomerulus meskipun proses penyakit mula-mula menyerang tubulus ginjal. Kompleks menyerang tubulus ginjal, kompleks perubahan biokimia dan gejala-gejala yang dinamakan sindrom uremik memepengaruhi setip sisitem dalam tubuh. Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita pasti akan meninggal kecuali ia mendapat pengobatan dalam bentuk transplantasi ginjal atau dialisis.

     G.  TES DIAGNOSTIK

     a.  Urine : Volume, Warna, Sedimen, Berat jenis, Kreatinin, Protein.

    b.  Darah : BUN/kreatinin, Hitung darah lengkap, Sel darah merah, Natrium serum, Kalium, Magnesium fosfat, Protein, Osmolaritas serum.

    c.  KUB Foto : Menunjukkan ukuran ginjal/ureter/kandung kemih dan adanya obstruksi .

    d.  Pielografi retrograd : Menunjukkan abnormalitas pelvis ginjal dan ureter.

    e.  Arteriogram ginjal : Mengkaji sirkulasi ginjal dan mengidentifikasi ekstraskular, massa.

    f.   Sistouretrogram berkemih : Menunjukkan ukuran kandung kemih,refluks ureter,retensi

    g.  Ultrasono ginjal : Menunjukkan ukuran kandung kemih, dan adanya massa, kista, obstruksi pada saluran perkemihan bagian atas.

    h.  Biopsi ginjal : Mungkin dilakukan secara endoskopi untuk menetukan sel jaringan untuk diagnosis histologis

    i.   Endoskopi ginjal nefroskopi : Dilakukan untuk menemukan pelvis ginjal ; keluar batu, hematuria dan pengangkatan tumor selektif

    j.   EKG : Mungkin abnormal menunjukkan ketidakseimbangan elektrolit dan asam basa, aritmia, hipertrofi ventrikel dan tanda-tanda perikarditis.

    H.  Penatalaksanaan

    1.  Dialisis

    Dialisis dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal akut yang serius, seperti hiperkalemia, perikarditis dan kejang. Perikarditis memperbaiki abnormalitas biokimia ; menyebabkan caiarn, protein dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas ; menghilangkan kecendurungan perdarahan ; dan membantu penyembuhan luka.

    2.   Penanganan hiperkalemia

    Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan masalah utama pada gagal ginjal akut ; hiperkalemia merupakan kondisi yang paling mengancam jiwa pada gangguan ini. Oleh karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkalemia melalui serangkaian pemeriksaan kadar elektrolit serum ( nilai kalium > 5.5 mEq/L ; SI : 5.5 mmol/L), perubahan EKG (tinggi puncak gelombang T rendah atau sangat tinggi), dan perubahan status klinis. Pningkatan kadar kalium dapat dikurangi dengan pemberian ion pengganti resin (Natrium polistriren sulfonat [kayexalatel]), secara oral atau melalui retensi enema.

    3.  Mempertahankan keseimbangan cairan

    Penatalaksanaan keseimbanagan cairan didasarkan pada berat badan harian, pengukuran tekanan vena sentral, konsentrasi urin dan serum, cairan yang hilang, tekanan darah dan status klinis pasien. Masukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine, drainase lambung, feses, drainase luka dan perspirasi dihitung dan digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantia cairan.

     I.  PENGKAJIAN


    1.  Data Dasar pengkajian Pasien

    a.  Aktivitas /Istirahat : Apakah ada gejala keletihan,kelemahan

    b.  Sirkulasi : Apakah ada hipotensi edema jaringan umum, pucat

    c.  Eliminasi : Perubahan pola berkemih, disuria , retensi abdomen kembung

    d.  Makanan/cairan : Peningkatan berat badan (Oedem), penurunan berat badan, mual ,muntah, anoreksia. Nyeri ulu hati

    e.  Neurosensori : Sakit kepala, kram otot/kejang

    f.   Pernapasan : Dispnea, takipnea, peningkatan frekuensi dan kedalaman pernapasan, bau ammonia, batuk produktif.

    g.  Keamanan : demam, petekie,pruritus, kulit kering

     J. Diagnosa keperawatan

     Diagnosa Keperawatan pasien dengan gagal ginjal akut (ARF)

     1.      Peningkatan volume cairan tubuh bd penurunan fungsi ginjal

    Intervensi :

     a. Kaji keadaan udema

    Rasional :

    Edema menunjukan perpindahan cairan krena peningkatan permebilitas sehingga mudah ditensi oleh akumulasi cxairan walaupun minimal, sehingga berat badan dapat meningkat 4,5 kg

     b.  Kontrol intake danout put per 24 jam.

    Rasional :

    Untuk mengetahui fungsi ginjal, kebutuhan penggantian cairan dan penurunan kelebihan resiko cairan.

    c.  Timbang berat badan tiap hari

    Rasional : 

    Penimbangan berat badan setiap hari membantu menentukan keseimbangan dan masukan cairan yang tepat.

    A.  Penimbangan

    B.  Lebih dari 0.5 kg/hari dapat menunjukan perpindahan kesimbangan cairan

     d.  Beritahu keluarga agar klien dapat membatasi minum

    Rasional :

    Manajemen cairan diukur untuk menggantikan pengeluaran dari semua sember ditambah perkiraan yang tidak nampak. Pasien dengan kelebihan cairan yang tidak responsif terhadap pembatasan caiaran dan diuretic membutuhkan dialysis.

     e.  Penatalaksanaan pemberian obat anti diuretik.

    Rasional :

    Obat anti diuretic dat melebarkan lumen tubular dari debris, menurunkan hiperkalemia dan meningkatkan volume urine adekuat. Misalnya : Furosemide.

     f.   Kolaborasi pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal.

    Rasional :

    Hasil dari pemeriksaan fungsi ginjal dapat memberikan gambaran sejauh mana terjadi kegagalan ginjal.

     2.  Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia, vomitus, nausea.

     a.  Observasi status klien dan keefektifan diet.

    Rasional :

    Membantu dalam mengidentifikasi dan kebutuhan diet, kondisi fisik umum, gejala uremik dan pembatasan diet mempengaruhi asupan makanan.

     b.  Berikan dorongan hygiene oral yang baik sebelum dan setelah makan.

    Rasional :

    Higiene oral yang tepat mencegah bau mulut dan rasa tidak enak akibat mikroorganisme, membantu mencegah stomatitis.

     c.  Berikan makanan TKRGR

    Rasional :

    Lemak dan protein tidak digunakan sebagai sumber protein utama, sehingga tidak terjadi penumpukan yang bersifat asam, serta diet rendah garam memungkinkan retensi air kedalam intra vaskuler.

     d.  Berikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering.

    Rasional :

    Meminimalkan anoreksia, mual sehubungan dengan status uremik.

     e.  Kolaborasi pemberian obat anti emetic.

    Rasional :

    Antiemetik dapat menghilangkan mual dan muntah dan dapat meningkatkan pemasukan oral.

    3.  Aktivity intolerans b/d kelemahan.

    Intervensi:

    a.  Kaji kebutuhan pasien dalam beraktifitas dan penuhi kebutuhan ADL

    Rasional :

    Memberi panduan dalam penentuan pemberian bantuan dalam pemenuhan ADL.

     b.  Kaji tingkat kelelahan.

    Rasional :

    Menentukan derajat dan efek ketidakmampun.

     c.  Identifikasi factor stess/psikologis yang dapat memperberat.

    Rasional :

    Mempunyai efek akumulasi (sepanjang factor psykologis) yang dapat diturunkan bila ada masalah dan takut untuk diketahui.

     d.  Ciptakan lingkungan tengan dan periode istirahat tanpa gangguan.

    Rasional :

    Menghemat energi untuk aktifitas perawatan diri yang diperlukan.

     e.  Bantu aktifitas perawatan diri yang diperlukan.

    Rasional :

    Memungkinkan berlanjutnya aktifitas yang dibutuhkan memberika rasa aman bagi klien.

     f.   Kolaborasi pemeriksaan laboratorium darah.

    Rasional :

    Ketidak seimbangan Ca, Mg, K, dan Na, dapat menggangu fungsi neuromuscular yang memerlukan peningkatan penggunaan energi Ht dan Hb yang menurun adalah menunjukan salah satu indikasi teerjadinya gangguan eritopoetin.

     4.  Kecemasan B/D ketidak tahuan proses penyakit.

    Intervensi :

    a.  Kaji tingkat kecenmasan klien.

    Rasional :

    Menentukan derajat efek dan kecemasan.

     b.  Berikan penjelasan yang akurat tentang penyakit.

    Rasional :

    Klien dapat belajar tentang penyakitnya serta penanganannya, dalam rangka memahami dan menerima diagnosis serta konsekuensi mediknya.

     c.  Bantu klien untuk mengidentifikasi cara memahami berbagai perubahan akibat penyakitnya.

    Rasional :

    Klien dapat memahami bahwa kehidupannya tidak harus mengalami perubahan berarti akibat penyakit yang diderita.

     d.  Biarkan klien dan keluarga mengekspresikan perasaan mereka.

     Rasional :

    Mengurangi beban pikiran sehingga dapat menurunkan rasa cemas dan dapat membina kbersamaan sehingga perawat lebih mudah untuk melaksanakan intervensi berikutnya.

     e.  Memanfaatkan waktu kunjangan yang fleksibel, yang memungkinkan kehadiran kelurga.

    Rasional : Mengurangi tingkat kecemasan dengan menghadirkandukungan keluarga.

      

    BAB III
    KESIMPULAN DAN SARAN

     

    Kesimpulan

    Gagal ginjal akut ( GGA ) adalah suatu keadaan fisiologik dan klinik yang ditandai dengan pengurangan tiba-tiba glomerular filtration rate (GFR) dan perubahan kemampuan fungsional ginjal untuk mempertahankan eksresi air yang cukup untuk keseimbangan dalam tubuh. Atau sindroma klinis akibat kerusakan metabolik atau patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi yang nyata dan cepat serta terjadinya azotemia..

    Peningkatan kadar kreatinin juga bisa disebabkan oleh obat-obatan (misalnya cimetidin dan trimehoprim) yang menghambat sekresi tubular ginjal. Peningkatan tingkat BUN juga dapat terjadi tanpa disertai kerusakan ginjal, seperti pada perdarahan mukosa atau saluran pencernaan, penggunaan steroid, pemasukan protein. Oleh karena itu diperlukan pengkajian yang hati-hati dalam menentukan apakah seseorang terkena kerusakan ginjal atau tidak

     -Saran

    1.    Berikan penjelasan yang jelas kepada pasien tentang penyakitnya dan untuk mencegah terjangkitnya penyakit gagal ginjal dan mempercepat penyembuhan.

    2.    Penatalaksanaan yang efektif dan efisien pada pasien untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan mencegah terjadinya komplikasi.


    DAFTAR PUSTAKA

     

    1.     Anderton,J.L,dkk. 1992. Nefrologi.Jakarta:Hipokrates
    Price,SA.1995. Patofisiologi.
    Jakarta: EGC

    2.     Lynda Juall carpernito, Rencana Asuhan keperawatan dan dokumentasi keperawatan, Diagnosis Keperawatan dan Masalah Kolaboratif, ed. 2, EGC, Jakarta, 1999.

    E-book gratis bag.4

    Rheumatology Nursing: A Creative Approach

    A new edition of an established research-based text on one of the fastest growing topics in nursing: nurses dealing with this complex subject need to be kept up to date and this book written by a team of expert rheumatology nurses fills that role.
    The book’s emphasis is on addressing the patients’ problems, assessing the effects of the disease both on the body and psychologically and suggesting treatments best suited to the individual patient. It encourages nurses to work in partnership with the patients and their careers, adopting a holistic approach to care.
    * Edited by an acknowledged international expert in the development of the specialty
    * Covers the needs of all nurses involved with rheumatology patients both in hospital and at home
    * Research-based and completely updated to include the latest developments in treatments available

    Download Link:

    Nursing Assistant / Nurse Aid Exam, 2ed

    Career opportunities for Nursing Assistants are growing every year, but it is extremely difficult to become part of this dynamic workforce. Candidates must pass a tough certification exam and meet employment requirements. This book is the best choice to prepare for the test and for a career as a Nursing Assistant. It offers four complete Nursing Assistant Exams, with full answer explanations and gives a list of resources for job placement services and professional organizations.

    Download Link:

    Nusrsing Theories and Nursing Practice

    DownloadLink:

    Nursing Health Assessment A Critical Thinking Case Studies Approach

    DownloadLink:

    Nursing Care of the Pediatric Neurosurgery Patient

    DownloadLink:

    E-book gratis bag.3

    Critical Care Nursing Made Easy
    ISO Format

    This is a handy reference book in the award-winning Incredibly Easy! style–perfect for those entering or needing a refresher in critical care nursing. Critical care nursing is one of the most demanding and complex areas of nursing practice. The critical care nurse has to be “broadly specialized” with a fluency in a wide range of interconnected concepts, body system physiology, pathophysiology, and highly technical interventions, while processing data from multiple sources–all this in an environment where there is no room for error and seconds really do count.

    Download Link:

    Diseases and Disorder : Manual of Nursing Therapeutics

    Every nurse should have this book helped me more than any other text book during nursing school. It takes a disease or disorder and breaks it down to the nuts and bolts. With every disease you get: a brief description of what it is, it’s causes, gender and life span considerations, what to assess, primary nursing diagnosis, planning of care, common drugs used, what labs to look for, discharge guidelines, and what to document. This is all done in less than six pages on most diseases. This book saved me a tremendous amount of time, and I still use it in my nursing practice today. This book was my life line in nursing school, and I wouldn’t have made it through without it. You won’t regret getting this book. It can be a life saver.

    Download Link:

    Encyclopedia of Nursing Research

    Case Western Reserve Univ., Cleveland, OH. Text includes 320 articles by 200 expert contributors on topics such as nursing services, education, care, specialties, organizations and publications, cancer survivorship, middle range theories, taxonomy, HIV risk behavior, depression in cardiac disease, and more.

    Download Link:

    Nursing Procedures

    The newly revised Fourth Edition of this popular and widely used reference is a start-to-finish guide for nearly 400 basic and advanced nursing procedures. It provides step-by-step instructions for each procedure, explains how to use and troubleshoot equipment, and presents key information on rationales, cautions, complications, patient teaching, and documentation. The user-friendly format includes checklists, quick-scanning tables, logos that flag essential information, and more than 700 illustrations and photographs of equipment and techniques. This edition features a brand-new chapter on psychiatric nursing procedures and new entries on prone positioning, surgical site verification, ST segment monitoring, swallowing and aspiration precautions, and bispectral index monitoring (BIS).

    Download Link:

    Fundamental Nursing Skills

    Providing forward-thinking approaches and ideas for nurses of all categories, this reference has been written primarily in response to increasing concerns regarding the perceived lack of ability in both students and newly qualified nurses to perform clinical skills.

    By outlining the elements of essential nursing procedure in a readily accessible format, including rationale for recommended actions and promoting evidence-based practice, this text encourages the reader to keep a record of achievement in relation to clinical skill competence.

    The selection of skills included is based on extensive consultation with experienced clinicians, students, clients and teachers of nursing. Each procedure has been carefully researched to provide a contemporary foundation for practice. The text also contains a rapid reference section of common terminology, conversion tables, laboratory results and other useful information.

    DownloadLink:

    Gastrointestinal Nursing

    Many nurses work as specialist practitioners within several areas of gastrointestinal medicine, including inflammatory bowel disease, stoma care, nutrition, endoscopy and counselling. There has been a steady increase in nurse-led services and gastrointestinal nursing is an expanding area. This comprehensive text lays the foundation by reviewing the anatomy and physiology underlying common conditions before covering the pathophysiology of clinical features, causes, investigation and management. Underlying this approach will be the specific nursing aspects of caring for patients with gastrointestinal conditions, covering psychosocial factors and issues such as the measurement of health related quality of life.

    Download Link:

    Holistic Nursing: A Handbook for Practice, Fourth Edition

    A Handbook for Practice guides nurses in the art and science of holistic nursing and healing and offers ways of thinking, practicing, and responding both personally and professionally. It addresses our own self-healing so that we can offer new ways of healing to others and presents expanded strategies for enhancing our psychophysiology using self-assessments, relaxation, imagery, nutrition, exercise, and aromatherapy. It also assists nurses in their challenging roles of bringing healing to the forefront of health care and helping to shape health care reform.

    A Handbook for Practice maintains its infallible reputation as market leader in this extensively updated and expanded fourth edition. This wonderful new text covers all aspects of holistic nursing care along with special attention to the well-being of the care-giver.

    Download Link:

    Key Nursing Skills

    Written by authors have a wide experience in teaching and practicing nursing, Key Nursing Skills will be invaluable to nurses who really want to get to grips with the more common procedures.

    Each chapter focuses on a specific area of care and related skills and considers the main practice issues. Each intervention is presented within a nursing problem which states the nature of the patient problem and goal. The available current evidence base is outlined and related to the problem before the procedure is explained in straight forward terms.

    Experienced nurses’ tips have been integrated into the procedures, so alerting the reader to anticipate individual patients’ needs or anxieties, or improve upon their own performance.

    DownloadLink:

    Medical-Surgical Nursing

    Exam review covers the nursing process. Offers tips; charts for drug classification, indications, and interventions; teaching boxes; study questions with answers and rationales; and a CD-ROM with 200 NCLEX-style questions.

    DownloadLink:

    E-Book gratis bag.2

    Pengobatan Ringkas: Buku pegangan untuk Perawat
    PDF Format

    This book provides Nurse Practitioners working in the field of Acute Medicine with an up to date, practical, and comprehensive guide to the management of acute medical patients. It serves as a text from which the busy highly skilled nurse can obtain information on assessment, diagnosis, and management of acute medical conditions. It identifies priorities for treatment and guides the reader through the management of the patient. Wherever possible the latest published guidelines have been included. The final chapter of the book considers the legal, professional and ethical issues faced by nurses working at an advanced level. The issues of role development, the development of protocols and prescribing are considered.

    Download Link:


    Keterampilan Klinis lanjutan untuk  Perawat

    PDF Format

    This book has been developed to help nurses who are in nurse practitioner roles by supporting them to develop their ‘advanced practice skills’. This book is intended to build on skills and knowledge that nurses will have acquired at staff nurse level. It is intended that this book will develop skills and knowledge which until recently have been more in the medical domain.

    Download Link:

    Keperawatan Kesehatan Jantung

    Now thoroughly updated with current, evidence-based material, Cardiac Nursing is recognized as “The Red Reference Book” for nurses caring for patients who have, or are at risk for developing, cardiac diseases. Organized within the framework of the nursing process, this comprehensive clinical reference provides complete information on the assessment, pathophysiology, management, and prevention of heart diseases and details the rationale and evidence for interventions. This edition has seven brand-new chapters on inflammation, atherosclerosis, genetics, heart rate variability, complementary and alternative medicine, disease management models, and nuclear and other scans. Boxes of evidence-based content have been added within chapters where appropriate.

    Download Link:

    Clinical Drug Therapy_Rationales for Nursing Practice, 7th Edition

    Now with a free CD-ROM, this leading full-color pharmacology textbook presents unique coverage of nursing interventions for drug therapies with related rationales, emphasizing the individualization of drug therapy. Chapters are organized by body systems and therapeutic classifications of drugs. Highly praised for presenting information in an organized, concise and readable fashion, this text includes many excellent features such as: How to Avoid Medication Errors, Client Teaching Guidelines, Apply Your Knowledge, Nursing Action Tables with Rationales, Case Scenarios, Review Exercises, and Nursing Process Boxes. The Seventh Edition highlights new content including herbal and food supplements throughout.

    Download Link:

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.